detikfinance

TDL Tak Naik, Subsidi Listrik 2011 Bengkak Jadi Rp 49 Triliun

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Senin, 30/08/2010 15:27 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan subsidi listrik pada tahun depan akan membengkak menjadi Rp 49,14 triliun jika rencana tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% pada awal tahun depan tidak terealisasi.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh memaparkan dalam nota keuangan 2011 yang disampaikan oleh Presiden SBY beberapa waktu lalu, pemerintah memang telah mengusulkan subsidi listrik dalam RAPBN 2011 mencapai Rp 41,02 triliun. Angka subsidi tersebut meliputi subsidi listrik berjalan Rp 36,44 triliun dan kekurangan subsidi listrik tahun 2009 sebesar Rp 4,58 triliun.

Penetapan subsidi listrik sebesar Rp 41,02 triliun tersebut dengan menggunakan asumsi  nilai tukar Rp 9.300 per US$ dan harga minyak mentah (Indonesian crude price/ICP) sebesar US$ 80 per barel.

Hal itu juga dengan memakai asumsi pertumbuhan penjualan listrik 7,4%, volume penjualan tenaga listrik 153,85 TWh, susut jaringan 9,35%, marjin usaha PLN sebesar 8%, serta rencana kenaikan TDL sebesar 15% yang akan mulai diberlakukan pada awal tahun 2011.

"Apabila rencana penyesuaian TDL pada 2011 tidak terlaksana, maka kebutuhan subsidi listrik sebesar Rp 49,14 triliun . Angka itu tersebut tidak termasuk kekurangan subsidi listrik tahun 2009 sebesar Rp 4,58 triliun," ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/8/2010).

Darwin menambahkan, pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya agar subsidi listrik pada tahun 2011 turun dari Rp 55, 1 triliun di tahun ini menjadi subsidi listrik Rp 49,14 triliun pada tahun depan. Hal itu bisa dicapai dengan menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yaitu Rp 1.008 per Kwh menjadi Rp 974 per KWh.

"Penurunan BPP ini bisa dicapai dengan melakukan substitusi BBM dengan energi yang lebih murah sehingga porsi BBM dalam fuel mix turun dari 19% menjadi 13% serta menekan losses dari 9,41% menjadi 9,35%," paparnya.



(epi/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?