Suspensi Dibuka, Saham Indomobil Melejit 22,87%
Rabu, 01/09/2010 10:23 WIB
(Foto: Dok detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka suspensi saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) terhitung sesi I hari ini. Saham IMAS pun langsung melejit tajam 22,87% ke level Rp 4.700 di awal perdagangan.
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi saham IMAS dibuka kembali di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 1 September 2010," ujar Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/9/2010).
Saham IMAS disuspensi sejak perdagangan 25 Agustus 2010 hingga kemarin atau selama 5 hari perdagangan berturut-turut. Suspensi dilakukan lantaran BEI menilai aktivitas transaksi saham IMAS tidak wajar.
Sebelumnya, BEI telah melakukan suspensi saham IMAS pada 18 Agustus 2010 lantaran melejit secara tidak wajar selama 5 hari perdagangan berturut-turut pada periode 10-16 Agustus 2010.
Namun begitu suspensi dibuka pada 19 Agustus 2010, kenaikan tak wajar tetap terjadi selama beberapa hari perdagangan berikutnya. Akhirnya, BEI mengenakan lagi suspensi pada 25-31 Agustus 2010.
Rupanya, suspensi tak berpengaruh. Begitu dibuka hari ini, saham IMAS langsung melejit tajam Rp 875 (22,87%) ke level Rp 4.700 dari penutupan sebelum suspensi di level Rp 3.825. Saat ini, harga saham IMAS bertengger di level Rp 4.450 atau naik Rp 625 (16,33%).
(dro/qom)
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi saham IMAS dibuka kembali di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 1 September 2010," ujar Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/9/2010).
Saham IMAS disuspensi sejak perdagangan 25 Agustus 2010 hingga kemarin atau selama 5 hari perdagangan berturut-turut. Suspensi dilakukan lantaran BEI menilai aktivitas transaksi saham IMAS tidak wajar.
Sebelumnya, BEI telah melakukan suspensi saham IMAS pada 18 Agustus 2010 lantaran melejit secara tidak wajar selama 5 hari perdagangan berturut-turut pada periode 10-16 Agustus 2010.
Namun begitu suspensi dibuka pada 19 Agustus 2010, kenaikan tak wajar tetap terjadi selama beberapa hari perdagangan berikutnya. Akhirnya, BEI mengenakan lagi suspensi pada 25-31 Agustus 2010.
Rupanya, suspensi tak berpengaruh. Begitu dibuka hari ini, saham IMAS langsung melejit tajam Rp 875 (22,87%) ke level Rp 4.700 dari penutupan sebelum suspensi di level Rp 3.825. Saat ini, harga saham IMAS bertengger di level Rp 4.450 atau naik Rp 625 (16,33%).
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
