detikfinance

TDL Sumbang Inflasi Agustus 0,35%

Ramdhania El Hida - detikfinance
Rabu, 01/09/2010 12:06 WIB
Jakarta - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar rata-rata 10% mulai Juli 2010 ternyata menyumbang inflasi sebesar 0,35% di bulan Agustus ini. Hasil ini di atas perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebelumnya, BPS mencatat kenaikan TDL memberikan kontribusi terhadap inflasi mencapai 0,22%, ternyata realisasinya kontribusi kenaikan TDL pada inflasi Agustus sebesar 0,35%.

"Perhitungan kenaikan TDL terhadap inflasi agak berbeda. Kami menyampaikan semacam simulasi andil kenaikan TDL sebesar 0,22%, tapi kami sudah terima langsung peraturan Menteri ESDM yang kami pakai dalam perhitungan inflasi, ternyata 0,35% andil terhadap inflasi," ungkap Deputi Bidang Statistik Produksi Subagio Dwijosumono dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Subagio menyatakan berdasarkan perhitungan BPS, andil kenaikan TDL di masing-masing kota berbeda-beda. Hal ini merupakan dampak dari jumlah pengguna listrik yang dikenai kenaikan TDL berbeda-beda. Kota yang mengalami inflasi tertinggi dari kenaikan TDL ini adalah Palu, sedangkan yang terendah adalah kota Pematang Siantar.

"Andil kenaikan TDL di masing-masing kota itu berbeda-beda, karena kami hitunganya tertimpang, berapa rumah tangga yang kena, jadi pengaruhnya berbeda-beda," ujarnya.

Selain kenaikan TDL yang mempengaruhi terbesar terhadap inflasi bulan Agustus ini, harga beras juga turut menyumbang inflasi cukup besar. Dari kenaikan harga beras yang mencapai 4,3%, andilnya terhadap inflasi mencapai 0,2%

"Beras masih menagalami kenaikan 4,3% andilnya 0,2%," jelasnya.

Kenaikan harga beras tertinggi terjadi di Cirebon dan Gorontalo yaitu 13%, sedangkan Sukabumi juga mengalami kenaikan harga beras tertinggi yaitu 11%.

Ikan segar menyumbang inflasi sebesar 0,07%, angkutan udara sebesar 0,06%, daging ayam ras sebesar 0,03%, biaya pendidikan SLTA sebesar 0,03%. Harga daging sapi yang mengalami kenaikan sebesar 2,41% menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

Sedangkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti cabai merah yang harganya turun 17,73% mengalami deflasi sebesar 0,19%. Bawang Merah harganya turun 0,06% mengalami deflasi 0,06%, tomat, sayur, dan emas mengalami deflasi 0,02%.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.