Harum Energy Pasang Harga Perdana Rp 5.000 - 6.300
Kamis, 02/09/2010 11:30 WIB
(Foto: Dok detikFinance)
Jakarta - PT Harum Energy akan menawarkan 650 juta lembar saham (24%) kepada publik di harga Rp 5.000 - 6.300 per saham yang akan dicatatkan pada lantai bursa di 6 Oktober 2010. Target dana IPO berkisar antara Rp 3,250 - 4,095 triliun.
Demikian disampaikan dalam hasil due diligence perseroan di Hotel Mulia, Senayan Jakata, Kamis (2/9/2010).
Perseroan akan mulai menggelar penawaran umum saham perdana pada 2-15 September 2010. Harum Energy siap melego 650 juta lembar saham ke publik di harga Rp 5.000 - 6.300. Saham yang dilepas terdiri dari saham baru sebanyak 200.000 lembar atas nama dan 450.000.000 lembar saham, biasa atas nama pemilik PT Karunia Bara Perkasa.
Perusahaan tambang ini juga memiliki pilihan untuk menambah jatah saham IPO sebanyak 65 juta saham. Penambahan ini dilakukan untuk stabilisasi harga saham usai IPO terlaksana di 6 Oktober 2010.
Harum Energy juga telah mempercayakan PT Mandiri Sekuritas dan PT Ciptadana Securities selaku penjamin emisi (underwritter). Dan selaku agen penawaran asing Goldman Sachs dan Deutsche Group.
Dengan mengacu pada harga penawaran perdana ini maka total dana yang didapat perseroan mencapai Rp 3,6 triliun (US$ 400 juta). Dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang, yang salah satunya kepada DBS sebesar US$ 80 juta.
Selain membayar utang, Harum Energy juga akan membiayai pembelian 10 unit kapal runda dan 10 unit kapal tongkang serta mengembangkan usaha US$ 30 juta. Perseroan juga siap melakukan ekspansi pada bisnis batubara, dengan menyuntikkan dana US$ 50 juta kepada anak usaha, PT Santan Batubara.
Pada tahun 2009 perseroan mencatat pendapatan Rp 4,6 triliun atau meningkat 75% dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 2,5 triliun. Laba bersih juga naik lebih dari lima kali lipat, menjadi Rp 767,5 miliar, dari posisi tahun lalu sebesar Rp 120,4 miliar.
Berdasarkan prosepektus perseroan, tanggal efektif rencananya akan didapat pada 24 September 2010. Masa penawaran awal 2-15 September 2010, masa penawaran 28-30 September 2010, masa penjatahan 4 Oktober 2010. Dimana distribusi saham secara elektronik pada 5 Oktober 2010 dan serta pencatatan di lantai bursa pada 6 Oktober 2010
(wep/dro)
Demikian disampaikan dalam hasil due diligence perseroan di Hotel Mulia, Senayan Jakata, Kamis (2/9/2010).
Perseroan akan mulai menggelar penawaran umum saham perdana pada 2-15 September 2010. Harum Energy siap melego 650 juta lembar saham ke publik di harga Rp 5.000 - 6.300. Saham yang dilepas terdiri dari saham baru sebanyak 200.000 lembar atas nama dan 450.000.000 lembar saham, biasa atas nama pemilik PT Karunia Bara Perkasa.
Perusahaan tambang ini juga memiliki pilihan untuk menambah jatah saham IPO sebanyak 65 juta saham. Penambahan ini dilakukan untuk stabilisasi harga saham usai IPO terlaksana di 6 Oktober 2010.
Harum Energy juga telah mempercayakan PT Mandiri Sekuritas dan PT Ciptadana Securities selaku penjamin emisi (underwritter). Dan selaku agen penawaran asing Goldman Sachs dan Deutsche Group.
Dengan mengacu pada harga penawaran perdana ini maka total dana yang didapat perseroan mencapai Rp 3,6 triliun (US$ 400 juta). Dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang, yang salah satunya kepada DBS sebesar US$ 80 juta.
Selain membayar utang, Harum Energy juga akan membiayai pembelian 10 unit kapal runda dan 10 unit kapal tongkang serta mengembangkan usaha US$ 30 juta. Perseroan juga siap melakukan ekspansi pada bisnis batubara, dengan menyuntikkan dana US$ 50 juta kepada anak usaha, PT Santan Batubara.
Pada tahun 2009 perseroan mencatat pendapatan Rp 4,6 triliun atau meningkat 75% dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 2,5 triliun. Laba bersih juga naik lebih dari lima kali lipat, menjadi Rp 767,5 miliar, dari posisi tahun lalu sebesar Rp 120,4 miliar.
Berdasarkan prosepektus perseroan, tanggal efektif rencananya akan didapat pada 24 September 2010. Masa penawaran awal 2-15 September 2010, masa penawaran 28-30 September 2010, masa penjatahan 4 Oktober 2010. Dimana distribusi saham secara elektronik pada 5 Oktober 2010 dan serta pencatatan di lantai bursa pada 6 Oktober 2010
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
