Sesi I
Didera Profit Taking, IHSG Kepleset 15 Poin
Kamis, 02/09/2010 12:08 WIB
(Ilustrasi Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari ini melemah 15 poin setelah menguat cukup tinggi di awal perdagangan. Invesor memanfaatkan momentum kenaikan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).
IHSG dibuka naik ke level 3.135,707 dan kemudian lanjut menguat hingga sempat menyentuh level 3.159,724, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.135,316.
Pada awal perdagangan, IHSG menguat cukup tinggi mengikuti tren rebound lanjutan bursa-bursa utama dunia. Sayangnya, mendadak aksi jual melanda sebagian besar saham-saham unggulan.
Kenaikan tinggi ini dimanfaatkan investor untuk mengambil aksi ambil untung (profit taking) secara selektif. Indeks saham sektor pertambangan anjlok lebih dari 2% dipicu oleh koreksi tajam saham Indo Tambang (ITMG) di atas 6%. Investor membuang saham ITMG lantaran adanya transaksi crossing di pasar negosiasi pada harga diskon Rp 36.150, jauh lebih rendah dari harga pasar Rp 39.300.
Indeks saham sektoral lainnya pun terkena imbas. Hanya indeks saham aneka industri, konsumsi dan manufaktur yang masih melenggang di zona positif. Sisanya terjebak di zona merah. IHSG pun terpleset jatuh ke zona merah hingga sempat menyentuh level 3.117,552, turun 18 poin.
Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,526 triliun lantaran adanya transaksi penjualan saham ITMG oleh asing.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Kamis, (2/9/2010), IHSG ditutup turun 15,427 poin (0,49%) ke level 3.119,889. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,690 poin (0,79%) ke level 588,693.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 56.928 kali pada volume 2,584 miliar lembar saham senilai Rp 5,914 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 100 saham turun dan 78 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.175 ke Rp 5.950, Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 49.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 41.200, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 18.500.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 2.550 ke Rp 36.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.650, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 18.750, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 16.050.
(dro/qom)
IHSG dibuka naik ke level 3.135,707 dan kemudian lanjut menguat hingga sempat menyentuh level 3.159,724, naik 24 poin dari penutupan kemarin di level 3.135,316.
Pada awal perdagangan, IHSG menguat cukup tinggi mengikuti tren rebound lanjutan bursa-bursa utama dunia. Sayangnya, mendadak aksi jual melanda sebagian besar saham-saham unggulan.
Kenaikan tinggi ini dimanfaatkan investor untuk mengambil aksi ambil untung (profit taking) secara selektif. Indeks saham sektor pertambangan anjlok lebih dari 2% dipicu oleh koreksi tajam saham Indo Tambang (ITMG) di atas 6%. Investor membuang saham ITMG lantaran adanya transaksi crossing di pasar negosiasi pada harga diskon Rp 36.150, jauh lebih rendah dari harga pasar Rp 39.300.
Indeks saham sektoral lainnya pun terkena imbas. Hanya indeks saham aneka industri, konsumsi dan manufaktur yang masih melenggang di zona positif. Sisanya terjebak di zona merah. IHSG pun terpleset jatuh ke zona merah hingga sempat menyentuh level 3.117,552, turun 18 poin.
Transaksi asing juga mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,526 triliun lantaran adanya transaksi penjualan saham ITMG oleh asing.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Kamis, (2/9/2010), IHSG ditutup turun 15,427 poin (0,49%) ke level 3.119,889. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 4,690 poin (0,79%) ke level 588,693.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 56.928 kali pada volume 2,584 miliar lembar saham senilai Rp 5,914 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 100 saham turun dan 78 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik Rp 1.175 ke Rp 5.950, Astra International (ASII) naik Rp 550 ke Rp 49.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 41.200, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 18.500.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 2.550 ke Rp 36.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.650, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 18.750, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 16.050.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
