Komisi VII DPR Cium 'Korupsi' Data Minyak Mentah
Kamis, 02/09/2010 13:32 WIB
Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Achmad Rilyadi mencium adanya korupsi data minyak mentah yang dilakukan Badan Pelaksana Kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan pemerintah karena adanya perbedaan jumlah lifting atau produksi minyak.
Hal ini disebabkan adanya perbedaan data realisasi produksi minyak yang dimiliki pemerintah dan BP Migas dengan data riil di lapangan.
Dalam data yang disampaikan pemerintah dan BP Migas, realisasi produksi sepanjang tahun ini mencapai 957.000 barel per hari. Sementara, temuan di lapangan, lifting minyak mencapai 960.824 barel per hari.
"Kok bisa datanya berbeda? Data yang saya punya ini adalah data resmi," ujar Achmad dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Untuk itu, Achmad meminta pemerintah dan BP Migas untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Menurutnya, jika memang benar terjadi maka akan membuat penerimaan negara akan berkurang sekitar 3.000 bph setiap harinya. "Saya minta penjelasan soal ini. Jangan sampai rakyat dibohongi," kata Achmad.
Hingga saat ini rapat yang membahas soal asumsi produksi migas dan harga minyak mentah Indonesia dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011 ini masih berlangsung.
Dalam rapat nampak hadir Kepala BP Migas R. Priyono dan Dirjen Migas Evita Herawati Legowo. Sementara Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh sedang dalam perjalanan menuju ke gedung DPR.
Dalam paparannya, Kepala BP Migas, R Priyono menyampaikan realisasi rata-rata poduksi minyak secara nasional hingga tanggal 26 Agustus 2010 mencapai 957.949 barel per hari.
Adapun lima kontraktor kontrak kerjasama yang memproduksi minyak paling besar yaitu Chevron Pasific Ind sebesar 373.418 bph, Pertamina sebanyak 130.309 bph, Total E&P Indonesie sebanyak 95.194 bph, ConocoPhillips sekitar 61.612 dan CNOOC SES Ltd sebanyak 41.258 bph.
(epi/dnl)
Hal ini disebabkan adanya perbedaan data realisasi produksi minyak yang dimiliki pemerintah dan BP Migas dengan data riil di lapangan.
Dalam data yang disampaikan pemerintah dan BP Migas, realisasi produksi sepanjang tahun ini mencapai 957.000 barel per hari. Sementara, temuan di lapangan, lifting minyak mencapai 960.824 barel per hari.
"Kok bisa datanya berbeda? Data yang saya punya ini adalah data resmi," ujar Achmad dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Untuk itu, Achmad meminta pemerintah dan BP Migas untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Menurutnya, jika memang benar terjadi maka akan membuat penerimaan negara akan berkurang sekitar 3.000 bph setiap harinya. "Saya minta penjelasan soal ini. Jangan sampai rakyat dibohongi," kata Achmad.
Hingga saat ini rapat yang membahas soal asumsi produksi migas dan harga minyak mentah Indonesia dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011 ini masih berlangsung.
Dalam rapat nampak hadir Kepala BP Migas R. Priyono dan Dirjen Migas Evita Herawati Legowo. Sementara Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh sedang dalam perjalanan menuju ke gedung DPR.
Dalam paparannya, Kepala BP Migas, R Priyono menyampaikan realisasi rata-rata poduksi minyak secara nasional hingga tanggal 26 Agustus 2010 mencapai 957.949 barel per hari.
Adapun lima kontraktor kontrak kerjasama yang memproduksi minyak paling besar yaitu Chevron Pasific Ind sebesar 373.418 bph, Pertamina sebanyak 130.309 bph, Total E&P Indonesie sebanyak 95.194 bph, ConocoPhillips sekitar 61.612 dan CNOOC SES Ltd sebanyak 41.258 bph.
(epi/dnl)
Baca Juga
- PTTEP Australia Lakukan Verifikasi Klaim Tumpahan Minyak Laut Timor
- Ditantang DPR Produksi Minyak 1 Juta Barel, Pemerintah Tak Sanggup
- Kerugian Tumpahan Minyak di Laut Timor Bengkak Jadi Rp 22 Triliun
- Kerugian Tumpahan Minyak di Laut Timor Capai Rp 10 Triliun
- Produksi Minyak Nasional Belum Juga Capai Target
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
