Jadi Dirjen Pajak Ke-13, Tjiptardjo Merasa 'Sial'
Kamis, 02/09/2010 20:54 WIB
Jakarta - Mochammad Tjiptadjo menjabat sebagai Dirjen Pajak ke-13 menggantikan Darmin Nasution. Tjiptardjo merasa sial karena jadi yang ke-13, apalagi di awal-awal kepemimpinannya, Ditjen Pajak diterpa kasus Markus Gayus Tambunan.
Tjiptardjo menyatakan pihaknya akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka mengamankan penerimaan negara. ke depan dalam rangka mengamankan penerimaan negara. Salah satu caranya dengan menambah aparat pajak hingga 40-50 ribu orang.
"Kita siapkan IT-nya, terdapat penambahan pegawai pajak sampai 40-50 ribu, tiap tahun kita tambah aparat pajak. Orang-orang terpilih dari perguruan tinggi, STAN," ujarnya di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Selain itu, Tjipatardjo menyampaikan pihaknya akan menegakkan pasal 35 KUP terkait penyerahan semua data tentang pajak
"Jadi semua pihak wajib mendukung Ditjen Pajak. Kita kasih kepercayaan. Jadi benar-benar, makanya yang kita periksa yang bermasalah," ujarnya.
Tjipatardjo menyatakan langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mencegah berulangnya kasus Gayus. Pasalnya, dampak dari kasus Gayus, ujar Tjiptardjo, begitu luar biasa baik dari internal maupun eksternal.
"Dalam awal menjalankan (reformasi) jilid II, kita dapat cobaan dari kasus Gayus. Dampaknya bukan main, baik keluar maupun internal. Keluar, luar biasa turun kepercayaannya, dengan adanya aksi Facebookers. Mereka marah dan tidak percaya kepada Ditjen Pajak. Yang ke dalam lebih tidak kalah beratnya lagi, pegawai pajak dipanggil Gayus-Gayus," tuturnya.
"Kepercaayaan diri pegawai menurun. Ada yang jadi pengurus masjid, pegang uang, langsung diganti takut uangnya dikorupsi. Daftarin sekolah putrinya, diadministrasikan, ketika ditanya kerja di mana, dijawab di Ditjen Pajak, langsung dibilang maaf tempatnya sudah habis. Reaksi masyarakat begitu kejamnya," kenangnya.
Dengan kejadian itu, Tjiptardjo menimpalkan kesialan yang dihadapinya sebagai Dirjen Pajak yang ke-13 tersebut dengan mitos 13 angka sial.
"Pada 2010 begitu hebatnya cobaannya berat, cobaan untuk Dirjen Pajak yang dipimpin Dirjen Pajak yang ke-13. Kok ya pas yang ke-13," keluhnya.
(nia/dnl)
Tjiptardjo menyatakan pihaknya akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka mengamankan penerimaan negara. ke depan dalam rangka mengamankan penerimaan negara. Salah satu caranya dengan menambah aparat pajak hingga 40-50 ribu orang.
"Kita siapkan IT-nya, terdapat penambahan pegawai pajak sampai 40-50 ribu, tiap tahun kita tambah aparat pajak. Orang-orang terpilih dari perguruan tinggi, STAN," ujarnya di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Selain itu, Tjipatardjo menyampaikan pihaknya akan menegakkan pasal 35 KUP terkait penyerahan semua data tentang pajak
"Jadi semua pihak wajib mendukung Ditjen Pajak. Kita kasih kepercayaan. Jadi benar-benar, makanya yang kita periksa yang bermasalah," ujarnya.
Tjipatardjo menyatakan langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mencegah berulangnya kasus Gayus. Pasalnya, dampak dari kasus Gayus, ujar Tjiptardjo, begitu luar biasa baik dari internal maupun eksternal.
"Dalam awal menjalankan (reformasi) jilid II, kita dapat cobaan dari kasus Gayus. Dampaknya bukan main, baik keluar maupun internal. Keluar, luar biasa turun kepercayaannya, dengan adanya aksi Facebookers. Mereka marah dan tidak percaya kepada Ditjen Pajak. Yang ke dalam lebih tidak kalah beratnya lagi, pegawai pajak dipanggil Gayus-Gayus," tuturnya.
"Kepercaayaan diri pegawai menurun. Ada yang jadi pengurus masjid, pegang uang, langsung diganti takut uangnya dikorupsi. Daftarin sekolah putrinya, diadministrasikan, ketika ditanya kerja di mana, dijawab di Ditjen Pajak, langsung dibilang maaf tempatnya sudah habis. Reaksi masyarakat begitu kejamnya," kenangnya.
Dengan kejadian itu, Tjiptardjo menimpalkan kesialan yang dihadapinya sebagai Dirjen Pajak yang ke-13 tersebut dengan mitos 13 angka sial.
"Pada 2010 begitu hebatnya cobaannya berat, cobaan untuk Dirjen Pajak yang dipimpin Dirjen Pajak yang ke-13. Kok ya pas yang ke-13," keluhnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
