BUMI Pangkas Utang US$ 1,6 Miliar
Jumat, 03/09/2010 10:47 WIB
(Foto: dok BUMI)
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan dapat mengurangi posisi utangnya sebesar US$ 1,6 miliar hingga akhir 2011. Penghematan beban bunga BUMI akan mencapai US$ 192 juta per tahun.
"Total penurunan utang hingga akhir 2011 sekitar US$ 1,5-1,6 miliar," ujar Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Jumat (3/9/2010).
Menurut Dileep, skema pelunasan utang tersebut akan dilakukan dengan memangkas utang bukan dengan menambah utang baru, terdiri dari pelunasan utang sebesar US$ 800 juta pada triwulan IV-2010 dan pelunasan utang sebesar US$ 700-800 juta di 2011.
"Utang yang akan dipangkas pada triwulan IV-2010 sekitar US$ 800 juta berasal dari kombinasi penerbitan saham baru non pre-empitve US$ 500 juta, penjualan aset serta tingkat pengembalian dari pinjaman yang diberikan," ujarnya.
Pada tahun 2010, BUMI telah melakukan penjualan 50% saham Enercorp Ltd senilai US$ 90 juta, kemudian BUMI menjual 70% saham PT Mitratama Perkasa senilai US$ 171,67 juta. Total dana segar yang diperoleh BUMI melalui 3 aksi tersebut sekitar US$ 761,67 juta. Dana ini akan digunakan untuk melunasi utang perseroan.
"Untuk tahun 2011, rencananya pengurangan utang akan dilakukan sebesar US$ 800 juta. Akan dilakukan dengan kombinasi arus kas yang kuat dan refinancing utang menjadi tenor yang lebih panjang dna berbagai opsi lainnya," jelasnya.
Dengan agenda pengurangan utang ini, perseroan bakal memperoleh arus kas tambahan lantaran beban keuangan akan menurun drastis. Menurut Dileep, beban keuangan yang akan berubah menjadi kas setara dengan bunga 12% dari nilai pinjaman yang akan dilunasi.
Jika utang yang akan dilunasi sebesar US$ 1,6 miliar hingga akhir 2012, maka kas BUMI akan bertambah US$ 192 juta per tahunnya. Khusus untuk tahun 2010, BUMI akan melunasi utang US$ 800 juta, berarti penghematan yang terjadi sebesar US$ 86 juta.
"Beban bunga akan menurun drastis di tahun depan, ditambah harga jual batubara yang akan meningkat di semester II-2010, diiringi dengan peningkatan volume penjualan akan membuat kinerja BUMI sangat kuat," ujar Dileep.
(dro/qom)
"Total penurunan utang hingga akhir 2011 sekitar US$ 1,5-1,6 miliar," ujar Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Jumat (3/9/2010).
Menurut Dileep, skema pelunasan utang tersebut akan dilakukan dengan memangkas utang bukan dengan menambah utang baru, terdiri dari pelunasan utang sebesar US$ 800 juta pada triwulan IV-2010 dan pelunasan utang sebesar US$ 700-800 juta di 2011.
"Utang yang akan dipangkas pada triwulan IV-2010 sekitar US$ 800 juta berasal dari kombinasi penerbitan saham baru non pre-empitve US$ 500 juta, penjualan aset serta tingkat pengembalian dari pinjaman yang diberikan," ujarnya.
Pada tahun 2010, BUMI telah melakukan penjualan 50% saham Enercorp Ltd senilai US$ 90 juta, kemudian BUMI menjual 70% saham PT Mitratama Perkasa senilai US$ 171,67 juta. Total dana segar yang diperoleh BUMI melalui 3 aksi tersebut sekitar US$ 761,67 juta. Dana ini akan digunakan untuk melunasi utang perseroan.
"Untuk tahun 2011, rencananya pengurangan utang akan dilakukan sebesar US$ 800 juta. Akan dilakukan dengan kombinasi arus kas yang kuat dan refinancing utang menjadi tenor yang lebih panjang dna berbagai opsi lainnya," jelasnya.
Dengan agenda pengurangan utang ini, perseroan bakal memperoleh arus kas tambahan lantaran beban keuangan akan menurun drastis. Menurut Dileep, beban keuangan yang akan berubah menjadi kas setara dengan bunga 12% dari nilai pinjaman yang akan dilunasi.
Jika utang yang akan dilunasi sebesar US$ 1,6 miliar hingga akhir 2012, maka kas BUMI akan bertambah US$ 192 juta per tahunnya. Khusus untuk tahun 2010, BUMI akan melunasi utang US$ 800 juta, berarti penghematan yang terjadi sebesar US$ 86 juta.
"Beban bunga akan menurun drastis di tahun depan, ditambah harga jual batubara yang akan meningkat di semester II-2010, diiringi dengan peningkatan volume penjualan akan membuat kinerja BUMI sangat kuat," ujar Dileep.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
