Gregetan, Pong Ingin Kembali 'Beraksi' Coreti Gedung Pajak
Jumat, 03/09/2010 10:57 WIB
Jakarta - Jika diberi kesempatan mencoret-coret lagi, Pong Hardiatmo hanya akan menuliskan 1 kata di depan kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Kata itu adalah 'JUJUR'.
"Jujur saja soalnya yang ada hubungannya dengan uang pasti larinya ke kejujuran. Di sini dirjennya sama Gayus saja kalah populer," ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9/2010) malam.
Pong menilai kinerja Ditjen Pajak masih belum masuk akal karena terlalu lambat dan kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap penduduk yang belum menyerahkan SPT.
"Pelayanannya agak tidak masuk akal, dari wakil rakyat saja untuk melaporkan pendapatan saja lelet. Ini sudah hampir setahun belum. Waktu tuh untuk lapor pendapatan. Kamu saya kasih setahun, kalau tidak lapor sekali, dua kali tidak lapor, diapain kek," tegasnya.
Ditjen Pajak, lanjutnya tidak hanya perlu meningkatkan pelayanan, melainkan juga 'menjemput bola' alias mendatangi langsung para wajib pajak dan penunggak pajak.
"Jadi jangan hanya melayani tapi harus proaktif, jemput bola karena belum dihitung pajaknya, baru diminta melaporkan hasil pendapatan kayaknya belum beres semua. Belum lagi yang saya dengar Pak Aburizal Bakrie nunggak berapa, jangan hanya meleyani dengan baik, harus dikejar tuh, dijemput," ujarnya.
Pong menilai masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak seperti dulu yang ketika diperintah akan menurut saja.
"Jadi pajak juga begitu, kalau tingkatkan pelayanan tidak mungkin, karena kesadaran dan disiplin bagus kita sudah tidak kayak dulu lagi, tidak kayak orang desa yang nurut manut. Jadi harus jemput bola," tegasnya.
Pong mengakui para artis sudah dijamin membayar pajak. Pasalnya, setiap penandatanganan kontrak maka sudah terpotong pajak. Permasalahannya, lanjut Pong, adalah apakah produser telah menyetorkan pajak para artis tersebut.
"Kalau artis tidak usah dipikirin, dia teken kontrak dah langsung potong pajak, jadi tidak masalah. Tinggal produser, dia nyetorin tidak pajak itu," tandasnya.
(nia/dnl)
"Jujur saja soalnya yang ada hubungannya dengan uang pasti larinya ke kejujuran. Di sini dirjennya sama Gayus saja kalah populer," ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9/2010) malam.
Pong menilai kinerja Ditjen Pajak masih belum masuk akal karena terlalu lambat dan kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap penduduk yang belum menyerahkan SPT.
"Pelayanannya agak tidak masuk akal, dari wakil rakyat saja untuk melaporkan pendapatan saja lelet. Ini sudah hampir setahun belum. Waktu tuh untuk lapor pendapatan. Kamu saya kasih setahun, kalau tidak lapor sekali, dua kali tidak lapor, diapain kek," tegasnya.
Ditjen Pajak, lanjutnya tidak hanya perlu meningkatkan pelayanan, melainkan juga 'menjemput bola' alias mendatangi langsung para wajib pajak dan penunggak pajak.
"Jadi jangan hanya melayani tapi harus proaktif, jemput bola karena belum dihitung pajaknya, baru diminta melaporkan hasil pendapatan kayaknya belum beres semua. Belum lagi yang saya dengar Pak Aburizal Bakrie nunggak berapa, jangan hanya meleyani dengan baik, harus dikejar tuh, dijemput," ujarnya.
Pong menilai masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak seperti dulu yang ketika diperintah akan menurut saja.
"Jadi pajak juga begitu, kalau tingkatkan pelayanan tidak mungkin, karena kesadaran dan disiplin bagus kita sudah tidak kayak dulu lagi, tidak kayak orang desa yang nurut manut. Jadi harus jemput bola," tegasnya.
Pong mengakui para artis sudah dijamin membayar pajak. Pasalnya, setiap penandatanganan kontrak maka sudah terpotong pajak. Permasalahannya, lanjut Pong, adalah apakah produser telah menyetorkan pajak para artis tersebut.
"Kalau artis tidak usah dipikirin, dia teken kontrak dah langsung potong pajak, jadi tidak masalah. Tinggal produser, dia nyetorin tidak pajak itu," tandasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
