PTTEP Tolak Klaim Kerugian Pencemaran Rp 22 Triliun oleh RI
Jumat, 03/09/2010 11:14 WIB
Tumpahan minyak di Laut Timor (AFP)
Sydney - PTTEP Australasia menolak klaim senilai US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 22 triliun yang akan diajukan pemerintah Indonesia terkait ganti rugi atas pencemaran minyak di Laut Timor.
PTTEP yang merupakan anak usaha dari perusahaan Thailand, PTT Exploration and Production PCL menyatakan belum menerima klaim apapun dari pemerintah Indonesia beberapa bulan setelah insiden pengeboran di kilang minyak Montara itu.
"PTTEP Australasia ingin mengkonfirmasi belum menerima klaim apapun yang diajukan pemerintah Indonesia untuk kompensasi. Tidak ada bukti-bukti ilmiah yang bisa diverifikasi yang diberikan untuk mendukung klaim itu," jelas PTTEP dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/9/2010).
Menteri Perhubungan Freddy Numberi sebelumnya mengatakan, klaim kepada PTTEP atas kasus tumpahan minyak di perairan Laut Timor akibat ledakan kilang minyak Montara membengkak jadi sebesar Rp 22 triliun. Angka ini berdasarkan perhitungan akurat dan sudah sepatutnya, PTTEP mengganti semua kerugian tersebut.
"Perusahaan itu harus tanggung jawab, bikin lingkungan rusak kok. Berapa pun yang kita ajukan, dia harus setuju karena kita kan punya data dan kita punya fakta. Dan data-data kita itu sudah secara ilmiah diuraikan. Jadi buat saya, kalau perusahaan menolak itu keliru besar," kata Freddy beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah meminta uang muka (down payment/DP) pembayaran ganti rugi senilai US$ 5 juta kepada perusahaan asal Thailand tersebut.
Delegasi pemerintah Indonesia telah melakukan pertemuan dengan perusahaan asal Thailand tersebut di Perth, untuk membahas soal pergantian ganti rugi yang ditanggung masyarakat Indonesia akibat tumpahan minyak tersebut.
Menurut WWF, tumpahan minyak terus meluas hingga 90.000 kilometer persegi dan sudah memasuki perairan Indonesia.
(qom/dnl)
PTTEP yang merupakan anak usaha dari perusahaan Thailand, PTT Exploration and Production PCL menyatakan belum menerima klaim apapun dari pemerintah Indonesia beberapa bulan setelah insiden pengeboran di kilang minyak Montara itu.
"PTTEP Australasia ingin mengkonfirmasi belum menerima klaim apapun yang diajukan pemerintah Indonesia untuk kompensasi. Tidak ada bukti-bukti ilmiah yang bisa diverifikasi yang diberikan untuk mendukung klaim itu," jelas PTTEP dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/9/2010).
Menteri Perhubungan Freddy Numberi sebelumnya mengatakan, klaim kepada PTTEP atas kasus tumpahan minyak di perairan Laut Timor akibat ledakan kilang minyak Montara membengkak jadi sebesar Rp 22 triliun. Angka ini berdasarkan perhitungan akurat dan sudah sepatutnya, PTTEP mengganti semua kerugian tersebut.
"Perusahaan itu harus tanggung jawab, bikin lingkungan rusak kok. Berapa pun yang kita ajukan, dia harus setuju karena kita kan punya data dan kita punya fakta. Dan data-data kita itu sudah secara ilmiah diuraikan. Jadi buat saya, kalau perusahaan menolak itu keliru besar," kata Freddy beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah meminta uang muka (down payment/DP) pembayaran ganti rugi senilai US$ 5 juta kepada perusahaan asal Thailand tersebut.
Delegasi pemerintah Indonesia telah melakukan pertemuan dengan perusahaan asal Thailand tersebut di Perth, untuk membahas soal pergantian ganti rugi yang ditanggung masyarakat Indonesia akibat tumpahan minyak tersebut.
Menurut WWF, tumpahan minyak terus meluas hingga 90.000 kilometer persegi dan sudah memasuki perairan Indonesia.
(qom/dnl)
Baca Juga
- Rata-rata Harga Minyak Indonesia Capai US$ 77,2 per barel
- Komisi VII DPR Cium 'Korupsi' Data Minyak Mentah
- BP Migas Selidiki Penyebab Ledakan Kapal Tanker Gagasan Perak
- Tumpahan Minyak
Pemerintah Kasih Deadline Sebulan Buat PTTEP Australia - PTTEP Australia Lakukan Verifikasi Klaim Tumpahan Minyak Laut Timor
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
