detikfinance

Sandiaga Uno: Jumlah UMKM RI 2 Kali Lipat Malaysia

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 03/09/2010 11:37 WIB
Jakarta - Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 2 kali lipat dibandingkan Malaysia. Sektor usaha ini bisa meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. 

"Sebuah sektor usaha yang populasinya lebih 2 kali lipat dari Malaysia. Sektor usaha yang selalu menyelamatkan bangsa," ujar Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi Sandiaga Uno, dalam membuka sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Nasional UMKM yang diselenggarakan Kadin Indonesia, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (3/9/2010).

Sandi juga menyebutkan sektor UMKM di Indonesia mempunyai jumlah yang sangat signifikan. Populasinya yang berjumlah sekitar 51,26 juta unit usaha adalah 99 persen dari seluruh unit usaha yang ada di tanah air.

"Artinya, sebenarnya yang menggerakkan ekonomi bangsa ini adalah UMKM," ujarnya

Sandi juga menambahkan bahwa sumbang sektor UMKM terhadap PDB 2009 sangat signifikan, yaitu sebesar 53 persen.

Bidang-Bidang usahanya sangat beragam, seperti makanan-minuman, jasa, pertanian, perikanan, kerajinan, ritel, transportasi, dan lain sebagainya.

"Dengan jumlah pelaku yang demikian besar, dan jika didukung oleh kebijakan yang tepat, seharusnya UMKM dapat kuat dan terus tumbuh, baik dari segi turnover volumenya maupun juah pelakunya," tambah Sandi.

Rakornas Bidang UMKM dan Koperasi ini akan dibagi menjadi tiga komisi. Komisi-komisi ini secara khusu akan membahas Komisi I Akses Pembiayaan, Komisi II Akses Pasar, dan Komisi III Peningkatan Kapabilitas.

"Masing-masing komisi punya bahasan yang harus di eksplorasi lebih mendalam. Agar dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif untuk membangun UMKM yang kuat," jelasnya.

Melalui Rakornas ini, Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi mempunyai target yang ingin dicapai, yaitu:

  1. UMKM mampu meningkatkan volume turnover sebesar 15 persen per unit UMKM
  2. UMKM mampu untuk go-international. Walaupun, harus harus diakui bahwa tren angka ekspor UMKM sedang menurun dari US$ 1,35 juta di 2008 ke US$ 1,23 juta di 2009
  3. Mempermudah akses kredit bagi UMKM, bukan habya suku bunga rendah. Akses kredit harus didampingi dengan capacity building, seperti alih teknologi dan peningkatan SDM
  4. Mempermudah perizinan legalitas usaha, dan sejenisnya. Izin diperlukan untuk banyak hal seperti akses ke perbankan, ekpor barang, import bahan baku, monitoring dan sebagainya
"Kadin Indonesia menginginkan tumbuhnya UMKM formal, bukan informal," jelasnya.

Sandi berpendapat sudah saatnya bagi pemerintah, perbankan, dan masyarakat intuk merubah sudut pandangnya terhadap UMKM. Industri besar dan UMKM harus diposisikan pada level yang sera, jangan dikotomikan antara industrialis-UMKM.

Kesetaraan yang dimaksud adalah kesetaraan akses pelayanan sumber daya dan kesempatan melihat peluang ekonomi.

"Karena tidak menutup kemungkinan, industri kecil tumbuh menjadi industri besar. Sudah hukum alam, tidak ada sebuah bisnis yang tiba-tiba besar. Pasti ada prosesnya. Kita berharap tidak hanya KFC yang ada di sini tapi Ayam Bakar Mas Mono di mancanegara, tidak hanya Baskin Robbins yang ada di sini, tapi Es Teler 77 yang ada di mancanegara," tutupnya.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?