GWM Dinaikkan, Likuiditas Perbankan Bisa Terserap Rp 50 Triliun
Jumat, 03/09/2010 16:06 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menargetkan ekses likuiditas perbankan dapat terserap mencapai Rp 50 triliun setelah diberlakukannya kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) yang dinaikkan menjadi 8%. Saat ini BI mencatat ekses likuiditas mencapai di atas Rp 300 triliun.
"Dengan adanya kebijakan GWM yang dinaikkan maka likuiditas yang ditarik sekitar Rp 50 triliun," ujar Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Menurut Budi Mulya, kebijakan ini diambil karena seluruh indikator pasca krisis sudah menunjukan posisi normal.
"Kan waktu akhir 2008, kita lakukan pelonggaran GWM nah memang di saat itu banyak negara yang sektor keuangannya alami tekanan, ketika indikator meningkat. Tetapi seluruh indikator sudah kembali normal sekarang," jelasnya.
Di tempat yang sama Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan ekses likuditas sangat tinggi sekali. "Terakhir saja tercatat saya kira diatas Rp 300 triliunan," kata Muliaman.
Namun dengan adanya GWM yang dinaikkan, Muliaman berpendapat hal tersebut tidak akan mengorbankan kemampuan bank untuk melakukan intermediasi. "Karena ada remunerasi sebesar 2,5%," tuturnya.
Jadi artinya, bank bayar GWM 8% untuk primer masih akan mendapatkan bunga 2,5% per tahun, itulah remunerasi. "Remunerasi itu melonggarkan bank, sehingga cost of fund tidak terlalu tinggi," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution memaparkan kebijakan untuk menaikkan GWM Primer dari 5% menjadi 8% DPK (Dana Pihak Ketiga) rupiah dengan remunerasi 2,5% mengingat kondisi ekses likuiditas yang masih cukup banyak.
"Kebijakan ini berlaku mulai 1 Novermber 2010 dan sifatnya mendesak untuk menyerap ekses likuiditas," tegas Darmin.
(dru/dnl)
"Dengan adanya kebijakan GWM yang dinaikkan maka likuiditas yang ditarik sekitar Rp 50 triliun," ujar Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Menurut Budi Mulya, kebijakan ini diambil karena seluruh indikator pasca krisis sudah menunjukan posisi normal.
"Kan waktu akhir 2008, kita lakukan pelonggaran GWM nah memang di saat itu banyak negara yang sektor keuangannya alami tekanan, ketika indikator meningkat. Tetapi seluruh indikator sudah kembali normal sekarang," jelasnya.
Di tempat yang sama Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan ekses likuditas sangat tinggi sekali. "Terakhir saja tercatat saya kira diatas Rp 300 triliunan," kata Muliaman.
Namun dengan adanya GWM yang dinaikkan, Muliaman berpendapat hal tersebut tidak akan mengorbankan kemampuan bank untuk melakukan intermediasi. "Karena ada remunerasi sebesar 2,5%," tuturnya.
Jadi artinya, bank bayar GWM 8% untuk primer masih akan mendapatkan bunga 2,5% per tahun, itulah remunerasi. "Remunerasi itu melonggarkan bank, sehingga cost of fund tidak terlalu tinggi," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution memaparkan kebijakan untuk menaikkan GWM Primer dari 5% menjadi 8% DPK (Dana Pihak Ketiga) rupiah dengan remunerasi 2,5% mengingat kondisi ekses likuiditas yang masih cukup banyak.
"Kebijakan ini berlaku mulai 1 Novermber 2010 dan sifatnya mendesak untuk menyerap ekses likuiditas," tegas Darmin.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
