Tak Penuhi Aturan LDR Baru, Bank Bakal Kena Penalti
Jumat, 03/09/2010 16:40 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan memberikan penalti berupa penambahan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,1% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk setiap 1% kekurangan Loan To Deposit Ratio (LDR). Hal tersebut terjadi jika LDR bank berada di bawah ketentuan yang harus dipenuhi sebesar 78%.
"Aturan itu mulai berlaku efektif pada 1 Maret 2011," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Muliaman menambahkan, sedangkan untuk bank yang memiliki LDR lebih tinggi dari batas target LDR yakni di atas 100% akan dikenakan penalti berupa tambahan GWM sebesar 0,2 dari DPK untuk setiap kelebihan 1% dari LDR. "Namun penalti tidak akan berlaku jika bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 14%," jelasnya.
Muliaman mengatakan, saat ini rata-rata LDR perbankan berada di kisaran 76%. Namun pihaknya optimistis pada tahun 2011 perbankan dapat memenuhi kisaran LDR di 78%.
"Tahun depan rasio LDR sudah bisa mencapai 78%. Kan hari ini sekitar 76%," tuturnya.
Lebih lanjut Muliaman menuturkan, target LDR dan parameter penalti tersebut akan dievaluasi oleh BI jika sewaktu-waktu diperlukan. "Kita telah melihat rasio permodalan, ekonomi makro hingga mikro di mana kebijakan tersebut sudah sangat sesuai. Namun bisa dievaluasi kapan saja," tukasnya.
(dru/dnl)
"Aturan itu mulai berlaku efektif pada 1 Maret 2011," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Muliaman menambahkan, sedangkan untuk bank yang memiliki LDR lebih tinggi dari batas target LDR yakni di atas 100% akan dikenakan penalti berupa tambahan GWM sebesar 0,2 dari DPK untuk setiap kelebihan 1% dari LDR. "Namun penalti tidak akan berlaku jika bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 14%," jelasnya.
Muliaman mengatakan, saat ini rata-rata LDR perbankan berada di kisaran 76%. Namun pihaknya optimistis pada tahun 2011 perbankan dapat memenuhi kisaran LDR di 78%.
"Tahun depan rasio LDR sudah bisa mencapai 78%. Kan hari ini sekitar 76%," tuturnya.
Lebih lanjut Muliaman menuturkan, target LDR dan parameter penalti tersebut akan dievaluasi oleh BI jika sewaktu-waktu diperlukan. "Kita telah melihat rasio permodalan, ekonomi makro hingga mikro di mana kebijakan tersebut sudah sangat sesuai. Namun bisa dievaluasi kapan saja," tukasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
