Penjual Parsel Cikini Mengaku Bebas Makanan Kadaluarsa
Sabtu, 04/09/2010 16:04 WIB
Jakarta - Penjual parsel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, menyanggah makanan yang dijual dalam parselnya merupakan makanan kadaluarsa. Mereka mengatakan baru membeli makanan dan minuman ketika ada pesanan.
Sikap tegas disampaikan Puput, salah seorang pedagang parsel di Statisiun Cikini, Jakarta. Puput menyampaikan dia dan para pedagang parsel lainnya di lingkungan Stasiun Cikini kebanyakan membeli parsel di supermarket. Seandainya ditemukan parsel yang berisi makanan kadaluarsa, lanjut Puput, yang seharusnya disidak adalah pihak supermarket.
"Padahal kita beli di supermarket, kalau mau disidak ya ke sana," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ati, yang juga berjualan di sekitaran Stasiun Cikini. Dirinya mengaku membeli makanan dan minuman untuk parselnya di supermarket terdekat. Dia menegaskan, makanan di parselnya tidak ada yang kadaluarsa.
"Nggak ada yang kadaluarsa. Kalau ada pasti dikembaliin. Mungkin ada di sana tapi di sini nggak berlaku," tegasnya.
Puput menyatakan dampak dari isu tersebut adalah banyak konsumen yang memilih membeli barang-barang untuk parselnya sendiri. Kemudian mereka meminta jasa untuk pengepakkannya. Antisipasi pengurangan pendapatan dari pihak penjual adalah para konsumen diharuskan menggunakan keranjang dan aksesoris parsel dari tokonya masing-masing.
"Ya jadi banyak yang bawa makanan sendiri karena takut expired (kadaluarsa). Padahal di sini juga nggak ada," ujar Puput.
Upah pengepakkan sendiri sebesar Rp 20-40 ribu per parsel. Harga keranjang parsel pun beranekaragam yang berkisar pada Rp 15 ribu-90 ribu.
(nia/dnl)
Sikap tegas disampaikan Puput, salah seorang pedagang parsel di Statisiun Cikini, Jakarta. Puput menyampaikan dia dan para pedagang parsel lainnya di lingkungan Stasiun Cikini kebanyakan membeli parsel di supermarket. Seandainya ditemukan parsel yang berisi makanan kadaluarsa, lanjut Puput, yang seharusnya disidak adalah pihak supermarket.
"Padahal kita beli di supermarket, kalau mau disidak ya ke sana," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ati, yang juga berjualan di sekitaran Stasiun Cikini. Dirinya mengaku membeli makanan dan minuman untuk parselnya di supermarket terdekat. Dia menegaskan, makanan di parselnya tidak ada yang kadaluarsa.
"Nggak ada yang kadaluarsa. Kalau ada pasti dikembaliin. Mungkin ada di sana tapi di sini nggak berlaku," tegasnya.
Puput menyatakan dampak dari isu tersebut adalah banyak konsumen yang memilih membeli barang-barang untuk parselnya sendiri. Kemudian mereka meminta jasa untuk pengepakkannya. Antisipasi pengurangan pendapatan dari pihak penjual adalah para konsumen diharuskan menggunakan keranjang dan aksesoris parsel dari tokonya masing-masing.
"Ya jadi banyak yang bawa makanan sendiri karena takut expired (kadaluarsa). Padahal di sini juga nggak ada," ujar Puput.
Upah pengepakkan sendiri sebesar Rp 20-40 ribu per parsel. Harga keranjang parsel pun beranekaragam yang berkisar pada Rp 15 ribu-90 ribu.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
