Analisa Sepekan
Jelang Idul Fitri, IHSG Dibayangi Profit Taking
Senin, 06/09/2010 07:34 WIB
Jakarta - Ditengah kekhawatiran memburuknya kondisi ekonomi Amerika yang sempat mencuat dua pekan lalu, bursa saham dunia, termasuk bursa saham indonesia justru mengalami kenaikan yang signifikan pekan lalu.
Bahkan IHSG kembali mencatatkan level tertingginya pada perdagangan jumat pekan lalu di angka 3164,27 atau menguat sebesar 1,9% bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
"Penguatan IHSG tersebut didorong oleh penguatan yang terjadi pada bursa Amerika sebagai refleksi dari positifnya data indikator ekonomi Amerika yang dirilis akhir pekan lalu," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (6/9/2010).
Seperti diketahui pada hari jumat lalu departemen ketenagakerjaan AS mengumumkan bahwa pertumbuhan pekerjaaan pada sektor swasta Amerika bulan juli tumbuh sebesar 67.000 atau jauh diatas prediksi pasar pada angka 41.000, disisi lain pekerjaan disektor pemerintahan turun 54.000 atau jauh lebih baik dari prediksi pasar diangka 100.000.
"Data tersebut pada akhirnya meredakan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan Amerika jatuh ke resesi tahap kedua yang sempat mencuat pekan sebelumnya," jelas Fikri.
Data pertumbuhan pekerjaan merupakan indikator penting yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi suatu Negara, ketika aktivitas ekonomi menumbuhkan banyak pekerjaan maka kekhawatiran terhadap kemungkinan krisis pada suatu negaradapat dibuang jauh.
"Walau demikian, saat ini tidak ada kabar yang dapat memberikan pengaruh jangka panjang terhadap persepsi investor pada pasar, investor sangat sensitif terhadap setiap data ekonomi yang dirilis. Ketika satu kabar positif yang muncul mengangkat harga, maka seketika harga tersebut akan jatuh ketika kabar negatif lainnya muncul," urainya.
Lebih lanjut, arah pergerakan bursa acuan dunia minggu depan akan ditentukan oleh data yang akan dirilis mengenai neraca perdagangan Amerika serta data mengenai angka klaim pengangguran.
Sebagai gambaran, pasar memprediksi defisit perdagangan Amerika pada bulan Juli berada dikisaran $47.2 miliar atau turun dibandingkan bulan sebelumnya diangka $49.9 milliar sedangkan angka klaim pengangguran diprediksi akan turun menjadi 470,000.
Dari dalam negeri, minggu depan bursa saham indonesia akan memasuki libur panjang. Sehingga investor dengan time horizon yang pendek akan cenderung keluar dari pasar untuk menghindari eksposure resiko yang besar disamping itu investor juga cenderung akan melakukan profit taking setelah IHSG minggu lalu menguat cukup signifikan.
"Kondisi tersebut akan menekan IHSG sehingga berpotensi melemah pekan depan.
Pelemahan IHSG juga masih akan terus dibayangi 'September fobia' mengingat sejarahnya bulan September merupakan bulan dengan kinerja indeks yang paling rendah," jelas Fikri.
Lebih lanjut, berdasarkan riset yang pernah dilakukan, sejak tahun 1950 indeks S&P500 (salah satu indeks acuan dunia) rata-rata turun sebesar 0.7% selama perdagangan bulan September.
(qom/qom)
Bahkan IHSG kembali mencatatkan level tertingginya pada perdagangan jumat pekan lalu di angka 3164,27 atau menguat sebesar 1,9% bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
"Penguatan IHSG tersebut didorong oleh penguatan yang terjadi pada bursa Amerika sebagai refleksi dari positifnya data indikator ekonomi Amerika yang dirilis akhir pekan lalu," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (6/9/2010).
Seperti diketahui pada hari jumat lalu departemen ketenagakerjaan AS mengumumkan bahwa pertumbuhan pekerjaaan pada sektor swasta Amerika bulan juli tumbuh sebesar 67.000 atau jauh diatas prediksi pasar pada angka 41.000, disisi lain pekerjaan disektor pemerintahan turun 54.000 atau jauh lebih baik dari prediksi pasar diangka 100.000.
"Data tersebut pada akhirnya meredakan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan Amerika jatuh ke resesi tahap kedua yang sempat mencuat pekan sebelumnya," jelas Fikri.
Data pertumbuhan pekerjaan merupakan indikator penting yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi suatu Negara, ketika aktivitas ekonomi menumbuhkan banyak pekerjaan maka kekhawatiran terhadap kemungkinan krisis pada suatu negaradapat dibuang jauh.
"Walau demikian, saat ini tidak ada kabar yang dapat memberikan pengaruh jangka panjang terhadap persepsi investor pada pasar, investor sangat sensitif terhadap setiap data ekonomi yang dirilis. Ketika satu kabar positif yang muncul mengangkat harga, maka seketika harga tersebut akan jatuh ketika kabar negatif lainnya muncul," urainya.
Lebih lanjut, arah pergerakan bursa acuan dunia minggu depan akan ditentukan oleh data yang akan dirilis mengenai neraca perdagangan Amerika serta data mengenai angka klaim pengangguran.
Sebagai gambaran, pasar memprediksi defisit perdagangan Amerika pada bulan Juli berada dikisaran $47.2 miliar atau turun dibandingkan bulan sebelumnya diangka $49.9 milliar sedangkan angka klaim pengangguran diprediksi akan turun menjadi 470,000.
Dari dalam negeri, minggu depan bursa saham indonesia akan memasuki libur panjang. Sehingga investor dengan time horizon yang pendek akan cenderung keluar dari pasar untuk menghindari eksposure resiko yang besar disamping itu investor juga cenderung akan melakukan profit taking setelah IHSG minggu lalu menguat cukup signifikan.
"Kondisi tersebut akan menekan IHSG sehingga berpotensi melemah pekan depan.
Pelemahan IHSG juga masih akan terus dibayangi 'September fobia' mengingat sejarahnya bulan September merupakan bulan dengan kinerja indeks yang paling rendah," jelas Fikri.
Lebih lanjut, berdasarkan riset yang pernah dilakukan, sejak tahun 1950 indeks S&P500 (salah satu indeks acuan dunia) rata-rata turun sebesar 0.7% selama perdagangan bulan September.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
