Tak Mau Terjebak Utang, Pemerintah Hati-hati Setujui Anggaran
Senin, 06/09/2010 17:17 WIB
Jakarta - Pemerintah akan lebih selektif dalam menyetujui anggaran belanja, agar APBN lebih prudent dan Indonesia tak terjebak dalam utang. Anggaran pembangunan gedung dan perjalanan dinas yang tak perlu akan dipangkas habis.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, APBN harus dikelola dengan hati-hati dan prudent mengingat ancaman krisis ekonomi masih berpotensi terjadi pada 2011 jika mengamati perekonomian global yang belum terlalu pulih.
"Oleh sebab itu kita harus mengelola APBN secara prudent, bukan konservatif. Pokoknya prudent. Dengan defisit 1,7%, kita anggap prudent yang tidak terlalu memberatkan sisi utang," tegasnya.
Hatta menilai salah satu pengelolaan APBN yang prudent adalah dengan melakukan efisiensi belanja di sejumlah pos yang tidak terlalu penting untuk kemudian dialihkan untuk menambah anggaran belanja infrastruktur.
"Misalnya pembangunan gedung baru, itu bisa ditunda dengan memanfaatkan gedung yang sudah ada. Perjalanan dinas yang tidak perlu ditunda, dan kegiatan-kegiatan yang overheat yang bisa ditunda," ujarnya.
Artinya, tegas Hatta, proporsi belanja modal ke depannya harus lebih besar dibandingkan belanja pegawai. Dengan demikian, APBN dapat mendorong pembangunan infrastruktur dasar sekaligus berperan sebagai stimulus ekonomi.
"Kalau kita bicara menambah dari porsi yang ada, tentu kita harus menggeser (anggaran belanja) dari pos-pos tertentu. Kecuali kita ingin menaikkan defisit anggaran dan kita belum sampai ke situ," ujarnya.
Hatta menilai saat ini waktu yang tepat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Namun, harus disadari pendanaannya tidak hanya bisa mengandalkan APBN, tetapi perlu juga melibatkan swasta melalui skema kemitraan (public private partnership).
"Jadi iklim ini mendorong masuk infrastruktur mendorong pertumbuhan sektor riil. Untuk infrastruktur dasar, misalnya membangun waduk, infrastruktur
pangan, irigasi, memang itu porsinya pemerintah. Tetapi juga termasuk mendorong infrastruktur dasar ke PPP, seperti penyediaan air bersih dan sehat untuk masyarakat, dan perumahan," tandasnya.
Selain itu, belajar dari kegagalan Eropa yang telalu menggenjot stimulus fiskal, pemerintah juga tak akan gegabah dengan mengeluarkan banyak anggaran stimulus sehingga defisit terjaga dan utang tidak terus membengkak.
Menurutnya, alokasi anggaran stimulus yang berlebihan di Eropa menyebabkan sejumlah negara dihadapkan pada beban defisit yang terlalu tinggi. Pada akhirnya, lanjut Hatta, hal ini berdampak mengurangi kepercayaan para pelaku ekonomi.
"Misalnya Yunani yang tidak mampu membayar utang yang berakibat kepada krisis kepercayaan. Artinya (APBN) harus dikelola secara prudent," ujarnya.
(nia/dnl)
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, APBN harus dikelola dengan hati-hati dan prudent mengingat ancaman krisis ekonomi masih berpotensi terjadi pada 2011 jika mengamati perekonomian global yang belum terlalu pulih.
"Oleh sebab itu kita harus mengelola APBN secara prudent, bukan konservatif. Pokoknya prudent. Dengan defisit 1,7%, kita anggap prudent yang tidak terlalu memberatkan sisi utang," tegasnya.
Hatta menilai salah satu pengelolaan APBN yang prudent adalah dengan melakukan efisiensi belanja di sejumlah pos yang tidak terlalu penting untuk kemudian dialihkan untuk menambah anggaran belanja infrastruktur.
"Misalnya pembangunan gedung baru, itu bisa ditunda dengan memanfaatkan gedung yang sudah ada. Perjalanan dinas yang tidak perlu ditunda, dan kegiatan-kegiatan yang overheat yang bisa ditunda," ujarnya.
Artinya, tegas Hatta, proporsi belanja modal ke depannya harus lebih besar dibandingkan belanja pegawai. Dengan demikian, APBN dapat mendorong pembangunan infrastruktur dasar sekaligus berperan sebagai stimulus ekonomi.
"Kalau kita bicara menambah dari porsi yang ada, tentu kita harus menggeser (anggaran belanja) dari pos-pos tertentu. Kecuali kita ingin menaikkan defisit anggaran dan kita belum sampai ke situ," ujarnya.
Hatta menilai saat ini waktu yang tepat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Namun, harus disadari pendanaannya tidak hanya bisa mengandalkan APBN, tetapi perlu juga melibatkan swasta melalui skema kemitraan (public private partnership).
"Jadi iklim ini mendorong masuk infrastruktur mendorong pertumbuhan sektor riil. Untuk infrastruktur dasar, misalnya membangun waduk, infrastruktur
pangan, irigasi, memang itu porsinya pemerintah. Tetapi juga termasuk mendorong infrastruktur dasar ke PPP, seperti penyediaan air bersih dan sehat untuk masyarakat, dan perumahan," tandasnya.
Selain itu, belajar dari kegagalan Eropa yang telalu menggenjot stimulus fiskal, pemerintah juga tak akan gegabah dengan mengeluarkan banyak anggaran stimulus sehingga defisit terjaga dan utang tidak terus membengkak.
Menurutnya, alokasi anggaran stimulus yang berlebihan di Eropa menyebabkan sejumlah negara dihadapkan pada beban defisit yang terlalu tinggi. Pada akhirnya, lanjut Hatta, hal ini berdampak mengurangi kepercayaan para pelaku ekonomi.
"Misalnya Yunani yang tidak mampu membayar utang yang berakibat kepada krisis kepercayaan. Artinya (APBN) harus dikelola secara prudent," ujarnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
