DPR Tunda Bangun Gedung Baru, Agus Marto Tetap Sediakan Dana
Senin, 06/09/2010 20:36 WIB
Jakarta - Pemerintah tetap menyediakan dana untuk pembangunan gedung baru DPR dengan total Rp 1,2 triliun, meskipun DPR memutuskan untuk menunda pembangunan gedung baru tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010).
"Saya nggak bisa komentar tapi saya tahu bahwa hal itu ada dalam anggaran, kalau kemudian diputuskan oleh DPR untuk ditunda atau diteruskan itu tentu sesuai kebijakan dari DPR sendiri," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010).
Namun, Agus enggan menegaskan apakah dirinya berhak menolak keputusan pengalokasian anggaran tersebut.
"Saya nggak bilang begitu (bisa menolak), saya bisa bilang itu ada bujet. Kita itu dalam anggaran itu sudah ada anggarannya, jadi itu kan satu project yang multiyears juga. Tapi tentu ini dikembalikan ke DPR apakah menjadi prioritas atau tidak," tandasnya.
Anggaran untuk pembangunan Gedung baru DPR RI sudah digelontorkan pada anggaran dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 250 miliar. Namun, yang masih dipermasalahkan adalah anggaran gedung baru dalam RAPBN 2011.
"Itu (alokasi anggaran untuk pembangunan Gedung DPR RI dalam RAPBN-2011) yang kita bicarakan," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, DPR menunda pembangunan gedung barunya. DPR meminta Tim Teknis pembangunan gedung untuk mengkaji ulang semua perencanaan pembangunan gedung sebelum proses tender dibuka.
"Karena ini sudah menjadikan citra buruk, DPR meminta agar proyek pembangunan gedung ini dikaji kembali, dihitung ulang semua perencanaan anggarannya. Tender yang sudah dilaksanakan ditunda sampai kajian kembali dituntaskan dan dilaporkan oleh tim teknis dan konsultan," tegas Ketua DPR Marzuki Alie.
Marzuki berpesan agar gedung baru DPR tidak didesain menjadi gedung mewah. Sebab, hal tersebut akan kembali ditolak mentah-mentah oleh rakyat.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010).
"Saya nggak bisa komentar tapi saya tahu bahwa hal itu ada dalam anggaran, kalau kemudian diputuskan oleh DPR untuk ditunda atau diteruskan itu tentu sesuai kebijakan dari DPR sendiri," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010).
Namun, Agus enggan menegaskan apakah dirinya berhak menolak keputusan pengalokasian anggaran tersebut.
"Saya nggak bilang begitu (bisa menolak), saya bisa bilang itu ada bujet. Kita itu dalam anggaran itu sudah ada anggarannya, jadi itu kan satu project yang multiyears juga. Tapi tentu ini dikembalikan ke DPR apakah menjadi prioritas atau tidak," tandasnya.
Anggaran untuk pembangunan Gedung baru DPR RI sudah digelontorkan pada anggaran dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 250 miliar. Namun, yang masih dipermasalahkan adalah anggaran gedung baru dalam RAPBN 2011.
"Itu (alokasi anggaran untuk pembangunan Gedung DPR RI dalam RAPBN-2011) yang kita bicarakan," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, DPR menunda pembangunan gedung barunya. DPR meminta Tim Teknis pembangunan gedung untuk mengkaji ulang semua perencanaan pembangunan gedung sebelum proses tender dibuka.
"Karena ini sudah menjadikan citra buruk, DPR meminta agar proyek pembangunan gedung ini dikaji kembali, dihitung ulang semua perencanaan anggarannya. Tender yang sudah dilaksanakan ditunda sampai kajian kembali dituntaskan dan dilaporkan oleh tim teknis dan konsultan," tegas Ketua DPR Marzuki Alie.
Marzuki berpesan agar gedung baru DPR tidak didesain menjadi gedung mewah. Sebab, hal tersebut akan kembali ditolak mentah-mentah oleh rakyat.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
