detikfinance

Krisna Wijaya Mundur dari Danamon

Wahyu Daniel - detikfinance
Senin, 06/09/2010 21:50 WIB
Jakarta - Krisna Wijaya mundur dari jabatannya sebagai Komisaris PT Bank Danamon Tbk sejak 4 September 2010. Saat ini Krisna menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Mandiri Tbk.

Sekretaris Perusahaan Bank Danamon Dini Herdini mengatakan, pengunduran diri Krisna Wijaya berlaku 4 September 2010 meski tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Adapun masalah mengenai pembebasan tanggung jawab selama yang bersangkutan menjabat di Bank Danamon akan diputuskan dalam RUPS yang mengagendakan laporan pertanggungjawaban direksi untuk tahun buku 2010," ujar Dini dalam keterbukaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/9/2010).

Krisna ditunjuk sebagai Komisaris Bank Danamon pada RUPS Bank Danamon tanggal 29 April 2010. Setelah itu pada 5 Juli 2010, RUPS Bank Mandiri juga menunjuk Krisna sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri.

Dengan mundurnya Krisna Wijaya, maka saat ini susunan komisaris Bank Danamon adalah:

  • Ng Kee Choe: Komisaris Utama
  • JB Kristiadi: Wakil Komisaris Utama (Independen)
  • Milan Robert Shuster: Komisaris (Independen)
  • Harry Arief S. Sukadis: Komisaris (Independen)
  • Manggi T. Habir: Komisaris (Independen)
  • Gan Chee Yen: Komisaris
  • Ernest Wong Yuen Weng: Komisaris.


(dnl/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.