Saham Indomobil Melejit 920% Dalam Sebulan
Selasa, 07/09/2010 11:33 WIB
Produk Indomobil (dok detikOto)
Jakarta - Hingga saat ini, hampir tidak ada satu pun saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami kenaikan tajam berturut-turut hingga mencapai 920% dalam satu bulan, kecuali saham PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).
Jika pada akhir Juli 2010, saham IMAS masih di level Rp 1.000, pada awal September sudah menembus Rp 10.200 per saham.
Meski sudah berkali-kali masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA), bahkan suspensi saham, kenaikan tajam terus terjadi seolah tak ada halangan bagi saham ini untuk terus menanjak.
Direktur Pengawasan Transaksi BEI, Uriep Budhi Prasetyo sempat dibuat pusing oleh kelakuan saham ini, malah sempat melontarkan pernyataan kalau investor-investor yang mengangkat saham IMAS tidak rasional. Namun itupun tak membuat saham IMAS mundur dari kenaikannya yang terus berlanjut.
Saham produsen mobil Suzuki itu sebetulnya tergolong saham tidur. Bayangkan saja, sejak pertengahan tahun lalu hingga akhir Juli 2010, saham IMAS hanya diperdagangkan dalam hitungan jari.
Namun tanpa diduga, saham IMAS menggeliat mendadak sejak perdagangan 30 Juli 2010. Pada penutupan 29 Juli 2010, harga IMAS masih di level Rp 1.000 per saham. Sejak itu, saham IMAS berangsur-angsur naik.
Hingga 16 Agustus 2010, harga MAS telah berada dilevel Rp 2.500, naik 150% dari penutupan 29 Juli 2010. BEI pun mengenakan suspensi saham IMAS pada 18 Agustus
2010. Suspensi dibuka pada 19 Agustus 2010.
Rupanya, kenaikan terus berlanjut. Pada 24 Agustus 2010, saham IMAS telah berada di level Rp 3.825, naik 282,5% dari penutupan 29 Juli 2010. Suspensi berlangsung hingga selama 5 hari perdagangan hingga 31 Agustus 2010.
Selama periode suspensi, BEI melakukan pemeriksaan terhadap broker-broker yang memfasilitasi transaksi saham IMAS. Konon, BEI tak menemukan apa-apa dalam pemeriksaan itu, sehingga BEI membuka kembali suspensi saham IMAS mulai perdagangan 1 September 2010.
Tak kapok-kapok, kenaikan terus berlanjut. Pada perdagangan Selasa (7/9/2010), saham IMAS telah menyentuh level Rp 10.200 per saham, atau menyentuh batas atas auto rejection untuk perdagangan hari ini.
Jika dihitung-hitung, sejak 29 Juli 2010, saham IMAS telah mengalami kenaikan tajam sebesar 920% ke level Rp 10.200, sebuah kenaikan fantastis yang belum pernah terjadi pada saham manapun di lantai bursa.
Hingga saat ini tidak diketahui penyebab investor terus memburu saham ini. Manajemen pun masih bungkam, terlebih BEI yang tak bisa berbuat apa-apa.
(dro/qom)
Jika pada akhir Juli 2010, saham IMAS masih di level Rp 1.000, pada awal September sudah menembus Rp 10.200 per saham.
Meski sudah berkali-kali masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA), bahkan suspensi saham, kenaikan tajam terus terjadi seolah tak ada halangan bagi saham ini untuk terus menanjak.
Direktur Pengawasan Transaksi BEI, Uriep Budhi Prasetyo sempat dibuat pusing oleh kelakuan saham ini, malah sempat melontarkan pernyataan kalau investor-investor yang mengangkat saham IMAS tidak rasional. Namun itupun tak membuat saham IMAS mundur dari kenaikannya yang terus berlanjut.
Saham produsen mobil Suzuki itu sebetulnya tergolong saham tidur. Bayangkan saja, sejak pertengahan tahun lalu hingga akhir Juli 2010, saham IMAS hanya diperdagangkan dalam hitungan jari.
Namun tanpa diduga, saham IMAS menggeliat mendadak sejak perdagangan 30 Juli 2010. Pada penutupan 29 Juli 2010, harga IMAS masih di level Rp 1.000 per saham. Sejak itu, saham IMAS berangsur-angsur naik.
Hingga 16 Agustus 2010, harga MAS telah berada dilevel Rp 2.500, naik 150% dari penutupan 29 Juli 2010. BEI pun mengenakan suspensi saham IMAS pada 18 Agustus
2010. Suspensi dibuka pada 19 Agustus 2010.
Rupanya, kenaikan terus berlanjut. Pada 24 Agustus 2010, saham IMAS telah berada di level Rp 3.825, naik 282,5% dari penutupan 29 Juli 2010. Suspensi berlangsung hingga selama 5 hari perdagangan hingga 31 Agustus 2010.
Selama periode suspensi, BEI melakukan pemeriksaan terhadap broker-broker yang memfasilitasi transaksi saham IMAS. Konon, BEI tak menemukan apa-apa dalam pemeriksaan itu, sehingga BEI membuka kembali suspensi saham IMAS mulai perdagangan 1 September 2010.
Tak kapok-kapok, kenaikan terus berlanjut. Pada perdagangan Selasa (7/9/2010), saham IMAS telah menyentuh level Rp 10.200 per saham, atau menyentuh batas atas auto rejection untuk perdagangan hari ini.
Jika dihitung-hitung, sejak 29 Juli 2010, saham IMAS telah mengalami kenaikan tajam sebesar 920% ke level Rp 10.200, sebuah kenaikan fantastis yang belum pernah terjadi pada saham manapun di lantai bursa.
Hingga saat ini tidak diketahui penyebab investor terus memburu saham ini. Manajemen pun masih bungkam, terlebih BEI yang tak bisa berbuat apa-apa.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
