Telkom: Merger Flexi-Esia Tak Perlu Biaya
Selasa, 07/09/2010 11:54 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyatakan masih terus memproses rencana merger Flexi-Esia. Menurut manajemen Telkom, rencana merger ini tidak membutuhkan biaya apa pun.
"Ini patut dicatat, kita tidak melakukan akuisisi tetapi konsolidasi. Dan kita tidak keluar dana sepeserpun untuk rencana ini. Dan jenis mergernya bisa bermacam-macam," ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi firmansyah kepada wartawan di sela acara Mudik Asik Telkom Grup dan Telkomsel di Parkir Timur Senayan Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Rinaldi mengatakan, Telkom masih melakukan berbagai perhitungan terkait rencana konsolidasi tersebut. "Kami masih terus memproses segala macam masukan untuk kajian yang masih berjalan hingga saat ini. Prinsipnya secara komersial layak ya akan kita jalankan, dan juga sebaliknya. Namun kita masih tersu menunggu kajian," jelasnya.
Menurutnya ada beberpa hal yang diperhatikan dalam konsolidasi ini yang pertama adalah prospek perusahaan yang dijajaki perseroan untuk diajak berkonsolidasi dan yang kedua adalah laba dan kemampuan finansial perusahaan tersebut.
Sebelumnya, pembahasan rencana merger Telkom Flexi dengan Esia harus ditunda hingga terbentuknya manajemen baru Telkom.
"Flexi-Esia di-hold terlebih dahulu, tunggu manajemen baru. RUPSLB sebenarnya 35 hari dari RUPS, tapi ada halangan bulan puasa. Saya tidak masalah, tapi dari segi sopan santunnya sesudah Lebaran. Ada dua opsi jadinya, tetap dilakukan saat bulan puasa atau ditunda hingga usai Lebaran," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar beberapa saat yang lalu.
Namun dia menampik bila manajemen baru Telkom itu nantinya adalah orang-orang baru. Menurutnya, manajemen baru itu bisa saja perpanjangan dari manajemen lama. Saat ini, calon nama direksi maupun komisaris Telkom masih berada dalam penilaian Kementerian BUMN, belum diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA).
"Manajemen baru belum tentu memiliki strategi yang sama, karena peluang kembangkan usaha begitu banyak. Kalau baik diteruskan, silakan. Kalau tidak, ya silakan. Manajemen bisa berasal dari perpanjangan yang sekarang atau bisa ganti baru. Sekarang masih di Kementerian," tuturnya.
Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom pada 11 Juni lalu memutuskan untuk tidak mengganti direksi dan komisaris. Pasalnya, Kementerian BUMN masih mengevaluasi kinerja masing-masing direksi dan komisaris.
(dro/dnl)
"Ini patut dicatat, kita tidak melakukan akuisisi tetapi konsolidasi. Dan kita tidak keluar dana sepeserpun untuk rencana ini. Dan jenis mergernya bisa bermacam-macam," ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi firmansyah kepada wartawan di sela acara Mudik Asik Telkom Grup dan Telkomsel di Parkir Timur Senayan Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Rinaldi mengatakan, Telkom masih melakukan berbagai perhitungan terkait rencana konsolidasi tersebut. "Kami masih terus memproses segala macam masukan untuk kajian yang masih berjalan hingga saat ini. Prinsipnya secara komersial layak ya akan kita jalankan, dan juga sebaliknya. Namun kita masih tersu menunggu kajian," jelasnya.
Menurutnya ada beberpa hal yang diperhatikan dalam konsolidasi ini yang pertama adalah prospek perusahaan yang dijajaki perseroan untuk diajak berkonsolidasi dan yang kedua adalah laba dan kemampuan finansial perusahaan tersebut.
Sebelumnya, pembahasan rencana merger Telkom Flexi dengan Esia harus ditunda hingga terbentuknya manajemen baru Telkom.
"Flexi-Esia di-hold terlebih dahulu, tunggu manajemen baru. RUPSLB sebenarnya 35 hari dari RUPS, tapi ada halangan bulan puasa. Saya tidak masalah, tapi dari segi sopan santunnya sesudah Lebaran. Ada dua opsi jadinya, tetap dilakukan saat bulan puasa atau ditunda hingga usai Lebaran," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar beberapa saat yang lalu.
Namun dia menampik bila manajemen baru Telkom itu nantinya adalah orang-orang baru. Menurutnya, manajemen baru itu bisa saja perpanjangan dari manajemen lama. Saat ini, calon nama direksi maupun komisaris Telkom masih berada dalam penilaian Kementerian BUMN, belum diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA).
"Manajemen baru belum tentu memiliki strategi yang sama, karena peluang kembangkan usaha begitu banyak. Kalau baik diteruskan, silakan. Kalau tidak, ya silakan. Manajemen bisa berasal dari perpanjangan yang sekarang atau bisa ganti baru. Sekarang masih di Kementerian," tuturnya.
Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom pada 11 Juni lalu memutuskan untuk tidak mengganti direksi dan komisaris. Pasalnya, Kementerian BUMN masih mengevaluasi kinerja masing-masing direksi dan komisaris.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
