Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi
Rabu, 08/09/2010 19:09 WIB
Jakarta - Tahun ini pemerintah tampaknya tidak akan melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bagi mobil buatan tahun di atas 2005. Wacana tersebut masih terlalu dini sehingga membutuhkan pemikiran lebih matang untuk mewujudkannya.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun hanya melakukan kampanye ringan (soft campaign) kepada masyarakat agar pemakaian premium lebih tepat sasaran. Konsumsi BBM bersubsidi pun besar kemungkinan melebihi kuota 36,5 juta kiloliter (KL).
"Ada kemungkinan volume terjadi penguatan dari yang diperkirakan. Alternatif yang lakukan pemerintah dengan melakukan soft campaign. Iya itu saja," kata Menteri ESDM Darwin Zahedy, di sela-sela kunjungan ke PLTU Suralaya, Banten, Rabu (8/9/2010).
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memang memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi akan mencapai 38,6 juta KL hingga akhir tahun ini. Dan pada bulan November, kuota yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2010, akan habis.
Untuk itulah pemerintah didorong mencari alternatif solusi supaya konsumsi BBM bersubsidi tidak terus membengkak dari tahun ke tahun. Sayangnya, wacana pelarangan mobil keluaran 2005 mengisi bahan bakar premium masih terlalu dini. Hingga jika hal tersebut dipaksakan pada tahun 2010, akan sangat terburu-buru.
"Hal ini nampaknya tidak akan dilakukan (tahun ini), karena masih terlalu dini. Kita butuh pendalaman lebih lanjut," ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Sugiharto.
Mantan Menteri BUMN ini pun menambahkan, beban APBN atas BBM bersubsidi ini tidak secara langsung akan membengkak, meskipun kuota konsumsi bakal naik di tahun 2010. "Kalau harganya tidak mengalami kenaikan kan tidak berarti akan naik. Kita lihat saja nanti," tegasnya.
Seperti diketahui, hingga semester I-2010, penjualan premium dan solar sudah lebih dari separuh target APBN-P 2010. Premium telah dibakar pada kendaraan sebanyak 11,075 KL atau 51,67% persen dari kuota 21,434 juta KL.
Untuk bahan bakar solar, sudah terpakai 6,218 juta KL atau 5,55 % lebih banyak ketimbang kuota 11,194 KL. Dan banyak pihak menyakini, penggunaan BBM bersubsidi akan lebih banyak pada semester II-2010.
(wep/dnl)
Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun hanya melakukan kampanye ringan (soft campaign) kepada masyarakat agar pemakaian premium lebih tepat sasaran. Konsumsi BBM bersubsidi pun besar kemungkinan melebihi kuota 36,5 juta kiloliter (KL).
"Ada kemungkinan volume terjadi penguatan dari yang diperkirakan. Alternatif yang lakukan pemerintah dengan melakukan soft campaign. Iya itu saja," kata Menteri ESDM Darwin Zahedy, di sela-sela kunjungan ke PLTU Suralaya, Banten, Rabu (8/9/2010).
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memang memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi akan mencapai 38,6 juta KL hingga akhir tahun ini. Dan pada bulan November, kuota yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2010, akan habis.
Untuk itulah pemerintah didorong mencari alternatif solusi supaya konsumsi BBM bersubsidi tidak terus membengkak dari tahun ke tahun. Sayangnya, wacana pelarangan mobil keluaran 2005 mengisi bahan bakar premium masih terlalu dini. Hingga jika hal tersebut dipaksakan pada tahun 2010, akan sangat terburu-buru.
"Hal ini nampaknya tidak akan dilakukan (tahun ini), karena masih terlalu dini. Kita butuh pendalaman lebih lanjut," ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Sugiharto.
Mantan Menteri BUMN ini pun menambahkan, beban APBN atas BBM bersubsidi ini tidak secara langsung akan membengkak, meskipun kuota konsumsi bakal naik di tahun 2010. "Kalau harganya tidak mengalami kenaikan kan tidak berarti akan naik. Kita lihat saja nanti," tegasnya.
Seperti diketahui, hingga semester I-2010, penjualan premium dan solar sudah lebih dari separuh target APBN-P 2010. Premium telah dibakar pada kendaraan sebanyak 11,075 KL atau 51,67% persen dari kuota 21,434 juta KL.
Untuk bahan bakar solar, sudah terpakai 6,218 juta KL atau 5,55 % lebih banyak ketimbang kuota 11,194 KL. Dan banyak pihak menyakini, penggunaan BBM bersubsidi akan lebih banyak pada semester II-2010.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
