Daya Saing RI Idealnya Masuk 20 Besar
Minggu, 12/09/2010 14:09 WIB
Jakarta - Daya saing Indonesia yang naik 10 peringkat dari 54 menjadi 44 sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah. Padahal seharusnya Indonesia bisa berpeluang meraih peringkat 20 besar asalkan masalah infrastruktur dan reformasi birokrasi bisa dibereskan.
"Saya menyambut gembira naiknya peringkat daya saing kita diposisi ke-44, prestasi yang baik sekaligus ironis," kata Wakil Ketua Umum Kadin Sandiaga Uno kepada detikFinance, Sabtu (11/9/2010)
Sandi menjelaskan, capaian peringkat daya saing ke-44 justru dicapai pada saat Indonesia tengah minim membangun infrastruktur dan tidak optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi.
"Coba saja kalau dua PR (pekerjaan rumah) ini bisa diselesaikan bukan tidak mungkin kita di level top 20," katanya.
Sandi menuturkan, pendapatnya cukup beralasan karena saat ini saja Indonesia sudah masuk jajaran negara G-20 sebagai cerminan besarnya kekuatan ekonomi Indonesia. Ia yakin dengan cepat daya saing Indonesia akan terdongkrak, asalkan ada kerja keras dari pemerintah untuk memperbaiki daya saing.
"Jadi next step-nya musti dituntaskan, kerja lebih keras dan lebih cepat lagi. Idealnya kita diposisi 20 besar," katanya.
Berdasarkan laporan Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF) yang berkantor di Jenewa, Swiss.
Daya saing Indonesia naik menjadi posisi 44 dari 144 negara dengan skor 4.43 dari posisi sebelumnya tahun 2009-2010 yaitu posisi 54. Indonesia sendiri berada dibawah langsung negara Barbados yang menempati posisi 43 dengan skor 4.45.
Daya saing negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia menempati posisi 26 dengan skor 4.88 atau turun dari GCI 2009-2010 yaitu posisi 24.
Negara tetangga Indonesia lainnya yaitu, Thailand berada di posisi 38 dengan skor 4.51 atau turun dari posisi 36. Brunai Darussalam masih diatas angin, posisi negara kerajaan ini menempati posisi 28 dengan skor 4.75 atau naik dari posisi sebelumnya yang hanya 32.
Sementara posisi Indonesia dengan negara pulau Singapura terpaut sangat jauh, Singapura berada di posisi 3 dengan skor 5.48 bersaing ketat dengan Swedia yang menduduki posisi 2 yang sebelumnya di posisi 4 dan Swiss menduduki posisi 1 dengan skor 5.63, tetap bertahan dari tahun lalu.
Beberapa hal yang masih terpuruk dan harus menjadi perhatian Indonesia adalah soal kondisi infrastruktur Indonesia masih berada di posisi 82, kondisi jalan berada di posisi 84 dan ketersediaan pasokan listrik di posisi 97 dan lain-lain.
(hen/hen)
"Saya menyambut gembira naiknya peringkat daya saing kita diposisi ke-44, prestasi yang baik sekaligus ironis," kata Wakil Ketua Umum Kadin Sandiaga Uno kepada detikFinance, Sabtu (11/9/2010)
Sandi menjelaskan, capaian peringkat daya saing ke-44 justru dicapai pada saat Indonesia tengah minim membangun infrastruktur dan tidak optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi.
"Coba saja kalau dua PR (pekerjaan rumah) ini bisa diselesaikan bukan tidak mungkin kita di level top 20," katanya.
Sandi menuturkan, pendapatnya cukup beralasan karena saat ini saja Indonesia sudah masuk jajaran negara G-20 sebagai cerminan besarnya kekuatan ekonomi Indonesia. Ia yakin dengan cepat daya saing Indonesia akan terdongkrak, asalkan ada kerja keras dari pemerintah untuk memperbaiki daya saing.
"Jadi next step-nya musti dituntaskan, kerja lebih keras dan lebih cepat lagi. Idealnya kita diposisi 20 besar," katanya.
Berdasarkan laporan Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF) yang berkantor di Jenewa, Swiss.
Daya saing Indonesia naik menjadi posisi 44 dari 144 negara dengan skor 4.43 dari posisi sebelumnya tahun 2009-2010 yaitu posisi 54. Indonesia sendiri berada dibawah langsung negara Barbados yang menempati posisi 43 dengan skor 4.45.
Daya saing negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia menempati posisi 26 dengan skor 4.88 atau turun dari GCI 2009-2010 yaitu posisi 24.
Negara tetangga Indonesia lainnya yaitu, Thailand berada di posisi 38 dengan skor 4.51 atau turun dari posisi 36. Brunai Darussalam masih diatas angin, posisi negara kerajaan ini menempati posisi 28 dengan skor 4.75 atau naik dari posisi sebelumnya yang hanya 32.
Sementara posisi Indonesia dengan negara pulau Singapura terpaut sangat jauh, Singapura berada di posisi 3 dengan skor 5.48 bersaing ketat dengan Swedia yang menduduki posisi 2 yang sebelumnya di posisi 4 dan Swiss menduduki posisi 1 dengan skor 5.63, tetap bertahan dari tahun lalu.
Beberapa hal yang masih terpuruk dan harus menjadi perhatian Indonesia adalah soal kondisi infrastruktur Indonesia masih berada di posisi 82, kondisi jalan berada di posisi 84 dan ketersediaan pasokan listrik di posisi 97 dan lain-lain.
(hen/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
