detikfinance

Kenaikan Harga Komoditas di Lokasi Bencana Tak Ancam Inflasi

Ramdhania El Hida - detikfinance
Minggu, 17/10/2010 15:05 WIB
Jakarta - Kenaikan harga komoditas di beberapa lokasi bencana alam yang pada beberapa waktu terakhir melanda bumi pertiwi ini tidak akan memberikan pengaruh yang cukup berarti pada inflasi secara nasional. Pasalnya, pengaruh kenaikan harga tersebut lebih bersifat lokal.

"Dari perspektif nasional, dari rekaman pantauan kita, ini tidak memberikan pengaruh yang berarti. Karena kalau bicara nasional, kita bicara dari Sabang sampai Merauke. Di Wasior kan cuma 26 ribu orang. Jadi bencana tersebut tidak perlu dikhawatirkan dampaknya secara nasional karena sifatnya lokal," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat dihubungi detikFinance, Minggu (17/10/2010).

Selain itu, lanjut Rusman, kenaikan harga komoditas di lokasi bencana tersebut tidak berdampak pada inflasi nasional karena transaksi yang dilakukan pada masyarakat sekitar juga masih berkurang. Pasalnya, masyarakat setempat masih mengandalkan bantuan dari pemerintah.

"Transaksi di sana kan juga berkurang. Paling pindah ke Manokwari. Transaksinya hampir gak ada, mereka kan masih mengandalkan bantuan," pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan detikcom, 9 hari pasca banjir bandang yang melanda Wasior, Papua Barat, Pasar Pagi di kota tersebut masih dalam keadaan rusak parah. Para pedagang masih berjualan di tenda-tenda sederhana di pinggir jalan.

Menurut Waanda, salah seorang pedagang sayuran di kota itu, mengaku harga barang dagangannya naik dibandingkan sebelum banjir. Pasalnya, dia menyatakan kesulitan untuk memperoleh barang-barang tersebut.

"Saya belanjanya di Manokwari, lalu dijual di sini. Orang-orang dan pelanggan sudah pada tanya kapan jualannya," ujar Waanda pada Rabu (13/10/2010).

Untuk bawang merah, Wanda mengaku menjualnya Rp 35 ribu per kilogram (kg). Sebelum banjir, dia menjualnya dengan harga Rp 20 ribu per kg. Bawang putih seharga Rp 40 ribu per kg, wortel Rp 30 ribu per kg, dan kentang Rp 35 ribu per kg. Sebelumnya, dia menjual bawang putih seharga Rp 35 ribu per kg dan kentang seharga Rp 25 ribu per kg.



(nia/epi)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?