Ekspor RI Ditargetkan Tembus Rekor di 2010
Selasa, 19/10/2010 11:53 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan perdagangan ekspor non migas hingga akhir 2010 bisa mencapai US$ 120 miliar, atau menembus rekor tertinggi.
"Kita akan naik dan mencapai rekor tertinggi untuk non migas US$ 120 miliar," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar usai acara Nielsen Consumer 360 Conference di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
Ia menambahkan, tren pertumbuhan ekpor memang akan terus terjaga, meskipun peningkatan tidak sebesar di tahun 2009. Dan yang menjadi tantangan adalah, bagaimana negara-negara berkembang termasuk Indonesia, bisa menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, di tengah belum pulihnya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
"Karena krisis 2009, maka secara teknis terjadi pertumbuhan yang baik di tahun ini. Tapi untuk tahun depan tetap tumbuh tapi tidak sebesar tahun ini," jelasnya.
Total ekspor non-migas Indonesia sepanjang 8 bulan tahun ini mencapai US$ 81,7 miliar atau meningkat 36,25% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sektor industri mencatat pertumbuhan volume ekspor non-migas tertinggi sepanjang Januari-Agustus 2010 menjadi US$ 61,4 miliar, dari periode yang sama tahun lalu US$ 45,6 miliar. Selain sektor industri, pertambangan, dan pertanian juga tercatat meningkat.
Ekspor sektor pertambangan mencapai US$ 17,2 miliar meningkat 47,4% dari periode yang sama tahun lalu yang besarannya mencapai US$ 11,6 miliar. Sementara pertanian juga naik tipis dari US$ 2,8 miliar ke posisi US$ 3,2 miliar.
Kondisi perdagangan Indonesia di tahun ini terus menguat, setelah mengalami kontraksi di 2009. Total perdagangan sepanjang Januari-Agustus mencapai US$ 186,5 miliar, atau secara rata-rata mencapai US$ 23,3 miliar. Di bulan Agustus bahkan neraca perdagangan mencapai US$ 26 miliar.
Mahendra menambahkan, ekspor Indonesia saat ini bergeser ke China, India, dan Afrika dari Amerika Serikat. Sebagai catatan ekspor Indonesia ke China sebesar 50%. China mengungguli Amerika Serikat (AS) sebagai negara tujuan ekspor produk- produk nonmigas Indonesia.
Pada Agustus, nilai ekspor ke China mencapai US$ 1,24 miliar atau lebih tinggi dibanding ke AS yang sebesar US$ 1,14 miliar.
(wep/dnl)
"Kita akan naik dan mencapai rekor tertinggi untuk non migas US$ 120 miliar," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar usai acara Nielsen Consumer 360 Conference di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
Ia menambahkan, tren pertumbuhan ekpor memang akan terus terjaga, meskipun peningkatan tidak sebesar di tahun 2009. Dan yang menjadi tantangan adalah, bagaimana negara-negara berkembang termasuk Indonesia, bisa menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, di tengah belum pulihnya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
"Karena krisis 2009, maka secara teknis terjadi pertumbuhan yang baik di tahun ini. Tapi untuk tahun depan tetap tumbuh tapi tidak sebesar tahun ini," jelasnya.
Total ekspor non-migas Indonesia sepanjang 8 bulan tahun ini mencapai US$ 81,7 miliar atau meningkat 36,25% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sektor industri mencatat pertumbuhan volume ekspor non-migas tertinggi sepanjang Januari-Agustus 2010 menjadi US$ 61,4 miliar, dari periode yang sama tahun lalu US$ 45,6 miliar. Selain sektor industri, pertambangan, dan pertanian juga tercatat meningkat.
Ekspor sektor pertambangan mencapai US$ 17,2 miliar meningkat 47,4% dari periode yang sama tahun lalu yang besarannya mencapai US$ 11,6 miliar. Sementara pertanian juga naik tipis dari US$ 2,8 miliar ke posisi US$ 3,2 miliar.
Kondisi perdagangan Indonesia di tahun ini terus menguat, setelah mengalami kontraksi di 2009. Total perdagangan sepanjang Januari-Agustus mencapai US$ 186,5 miliar, atau secara rata-rata mencapai US$ 23,3 miliar. Di bulan Agustus bahkan neraca perdagangan mencapai US$ 26 miliar.
Mahendra menambahkan, ekspor Indonesia saat ini bergeser ke China, India, dan Afrika dari Amerika Serikat. Sebagai catatan ekspor Indonesia ke China sebesar 50%. China mengungguli Amerika Serikat (AS) sebagai negara tujuan ekspor produk- produk nonmigas Indonesia.
Pada Agustus, nilai ekspor ke China mencapai US$ 1,24 miliar atau lebih tinggi dibanding ke AS yang sebesar US$ 1,14 miliar.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
