detikfinance

RI Bakal Impor Beras 300.000 Ton dari Vietnam dan Thailand

Suhendra - detikfinance
Selasa, 19/10/2010 12:16 WIB
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor beras sebanyak 300.000 ton. Izin itu diberikan kepada Perum Bulog.

"Yang bisa dikatakan importasi 300.000 ton itu sudah punya izin," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di kantornya, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Mahendra menuturkan keputusan impor beras tersebut sudah melalui rapat kabinet. Pihaknya sebagai yang memfasilitasi dari izin impor tersebut dan Bulog sebagai pelaksananya.

Dikatakannya proses importasinya akan dilakukan secara bertahap oleh Bulog dengan mempertimbangkan kondisi pengadaan beras di dalam negeri.

"Lagi-lagi tergantung kebutuhan Bulog, untuk memenuhi stok," katanya.

Sebelumnya Bulog telah mengajukan rencana impor beras sebanyak 300.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Hal ini dalam rangka menjaga pasokan beras di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini dan tahun depan.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?