detikfinance

Laporan dari China

Januari-Juli, Ekspor RI ke China Tembus US$ 7 Miliar

Irwan Nugroho - detikfinance
Selasa, 19/10/2010 19:38 WIB
Guangxi - Ekspor Indonesia ke China tiap tahun terus mengalami kenaikan. Untuk periode Januari hingga Juli 2010 ini saja, angka ekspor ke Negeri Tirai Bambu itu sudah mencapai US$ 7,8 miliar.

"Dan 2010, Januari-Juli sudah capai US$ 7 miliar, atau mendekati keseluruhan seluruh tahun 2008 lalu," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat jumpa pers mendampingi Wapres Boediono di Liyuan Resort, Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China, Selasa (19/10/2010).

Menurut Mari, ekspor kenaikan ekspor itu hanya untuk nonmigas, sementara ekspor migas hingga saat ini masih menurun. Sebagai perbandingan, ekspor Indonesia ke China pada 2009 lalu naik dari US$ 7,3 miliar ke US$ 8 miliar.

"Intinya kita berada dalam kawasan yang terus mengalami pertumbuhan sehingga strategi kita yang dirintis 8 tahun lalu untuk benar-benar meningkatkan integrasi ekonomi di kawasan ini sebetulnya sudah ke arah yang tepat," katanya.

Menyinggung mengenai penerapan Asia China Free Trade Agreement (AC-FTA), Mari menyetujui pendapat Wapres bahwa yang terpenting saat ini adalah implementasi kerjasama. Indonesia memegang prinsip AC-FTA harus saling menguntungkan dan menjaga keseimbangan.

"Mungkin kata kuncinya kita sudah sepakat di level tinggi maupun antar Mendag kita akan jaga supaya perdagangan kita ke depan akan berimbang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Dan ini perjanjian yang sudah kita capai," katanya.

Menurutnya, ada tiga sektor yang boleh dikatakan masih menimbulkan kekhawatiran bagi Indonesia dalam penerapan AC-FTA itu, yaitu sektor industri besi baja, tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki. Akan tetapi, Indonesia akan segera menandatangi beberapa kesepakatan untuk mengatasi hal itu.

"Sedang dirintis beberapa MoU antara beberapa asosiasi tekstil di sini. Lalu, bagaimana mendorong financing daripada invesment dan trade. Kita saja akan kerja sama dengan Bank Exim di China. Itu menjadi salah satu hal yang kita rintis. MoU-nya akan kita tandatangani di Beijing," tutup Mari.


(irw/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.