Bank Mandiri Incar Aset Kredit Macet Rp 2 Triliun di 2010
Jumat, 22/10/2010 13:25 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk optimistis akan mendapatkan dana hasil pemulihan aset dari kredit-kredit bermasalahnya sebesar Rp 2 triliun di 2010. Sampai dengan kuartal III, bank pelat merah tersebut telah mengumpulkan dana dari recovery aset bermasalah sebesar Rp 1,1 triliun.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Treasury International and Asset Management Mandiri Thomas Arifin ketika ditemui di sela acara Seminar Internasional Bank Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
"Sampai kuartal III itu dana dari hasil recovery aset dan restrukturisasi sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Ya mudah-mudahan sampai akhir 2010 mencapai segitu (Rp 2 triliun)," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan apakah dapat mencapai Rp 2 triliun.
Thomas menjelaskan, dalam beberapa bulan ke depan akan ada penyelesaian kredit bermasalah dari 3 debitur besar. "Rencananya hari ini saja ada signing untuk melelang aset Domba Mas, tapi masih belum pasti," kata Thomas.
Kemudian, lanjut Thomas akan ada salah satu debitur besar lagi yang dalam proses penyelesaian.
"Bulan depan November 2010 akan ada lagi yang dilelang," kata Thomas. Namun Thomas tidak memaparkan berapa besaran yang diincar Mandiri dari lelang tersebut.
Seperti diketahui, tandatangan sebagai tanda penyelesaian penjualan aset Domba Mas tersebut dilakukan antara Bank Mandiri dengan PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP).
(dru/dnl)
Demikian diungkapkan oleh Direktur Treasury International and Asset Management Mandiri Thomas Arifin ketika ditemui di sela acara Seminar Internasional Bank Indonesia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10/2010).
"Sampai kuartal III itu dana dari hasil recovery aset dan restrukturisasi sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Ya mudah-mudahan sampai akhir 2010 mencapai segitu (Rp 2 triliun)," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan apakah dapat mencapai Rp 2 triliun.
Thomas menjelaskan, dalam beberapa bulan ke depan akan ada penyelesaian kredit bermasalah dari 3 debitur besar. "Rencananya hari ini saja ada signing untuk melelang aset Domba Mas, tapi masih belum pasti," kata Thomas.
Kemudian, lanjut Thomas akan ada salah satu debitur besar lagi yang dalam proses penyelesaian.
"Bulan depan November 2010 akan ada lagi yang dilelang," kata Thomas. Namun Thomas tidak memaparkan berapa besaran yang diincar Mandiri dari lelang tersebut.
Seperti diketahui, tandatangan sebagai tanda penyelesaian penjualan aset Domba Mas tersebut dilakukan antara Bank Mandiri dengan PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP).
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
