Incar Kenaikan Nasabah 5%, OCBC NISP Luncurkan Tabungan SGD
Senin, 25/10/2010 10:24 WIB
Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk meluncurkan produk tabungan unik yakin tabungan bermata uang dolar Singapura (SGD). Melalui produk baru ini, OCBC NISP menargetkan kenaikan jumlah nasabah 5%, serta kenaikan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) tabungan sebesar 3%.
Tabungan ini ditujukan untuk nasabah yang sering bertransaksi dalam mata uang SGD seperti untuk pembayaran sekolah, bisnis, berobat, atau berlibur.
"Melihat tingginya kebutuhan bertransaksi dalam SGD, kami meluncurkan Tanda SGD. Dengan Tanda SGD seolah nasabah punya rekening OCBC Singapura tapi di Indonesia," kata Direktur OCBC NISP Rudy N Hamdani di kantornya, Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Dengan adanya Tanda SGD OCBC NISP, nasabah tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai karena rekening mereka bisa diakses melalui 437 jaringan ATM OCBC Bank Singapore yang tersebar di seluruh lokasi strategis di negara tetangga itu.
Produk tabungan baru ini memberi banyak kemudahan bagi nasabah seperti fasilitas kartu ATM yang bisa ditransaksikan di lebih dari 36.000 ATM Bersama di seluruh Indonesia. Selain itu bebas transfer ke Singapura dan internet banking.
Sampai dengan akhir September 2010, total dana tabungan masyarakat di OCBC NISP jumlahnya mencapai Rp 13,5 triliun. Angka ini naik 30% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, angka tabungan Rp 13,5 triliun itu hanya jumlah tabungan, bukan DPK secara keseluruhan. Jika digabungkan dengan dana deposito dan lain-lain bisa lebih besar lagi.
Porsi tabungan dalam bentuk rupiah masih mendominasi di akhir September. Sementara tabungan dalam bentuk valuta asing (valas) baru sebanyak Rp 600-700 miliar saja.
Pasalnya, perseroan menggunakan kurs rupiah dalam semua transaksinya dengan demikian bunga tabungan dalam bentuk rupiah lebih menarik ketimbang valas lainnya.
"Dari Rp 700 miliar itu kebanyakan US$, kalau SGD (dolar Singapura) baru Rp 200 miliar. Makanya kita genjot dengan Tanda SGD," ucap Rudi.
Ia mengatakan, dengan adanya tabungan berbasi valas SGD, perseroan berharap porsi tabungan dalam bentuk mata uang negeri jiran itu bisa meningkat menjadi Rp 700 miliar, atau ada tambahan sekitar Rp 500 miliar dari posisi saat ini sebanyak Rp 200 miliar.
Sementara itu, mengenai rencana merger perseroan dengan Bank OCBC Indonesia, menurutnya hal itu baru bisa terlaksana di awal tahun 2011. Ia mengatakan, dengan adanya penggabungan tersebut, maka jika dilihat dari peringkat aset, maka perseroan bisa naik satu tingkat dari posisi saat ini.
"Nanti namanya tetap OCBC NISP. Ini kan sedang dalam proses, kita ada waktu sampai akhir tahun ini. Tinggal urusan administrasi saja," katanya.
(ang/dnl)
Tabungan ini ditujukan untuk nasabah yang sering bertransaksi dalam mata uang SGD seperti untuk pembayaran sekolah, bisnis, berobat, atau berlibur.
"Melihat tingginya kebutuhan bertransaksi dalam SGD, kami meluncurkan Tanda SGD. Dengan Tanda SGD seolah nasabah punya rekening OCBC Singapura tapi di Indonesia," kata Direktur OCBC NISP Rudy N Hamdani di kantornya, Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Dengan adanya Tanda SGD OCBC NISP, nasabah tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai karena rekening mereka bisa diakses melalui 437 jaringan ATM OCBC Bank Singapore yang tersebar di seluruh lokasi strategis di negara tetangga itu.
Produk tabungan baru ini memberi banyak kemudahan bagi nasabah seperti fasilitas kartu ATM yang bisa ditransaksikan di lebih dari 36.000 ATM Bersama di seluruh Indonesia. Selain itu bebas transfer ke Singapura dan internet banking.
Sampai dengan akhir September 2010, total dana tabungan masyarakat di OCBC NISP jumlahnya mencapai Rp 13,5 triliun. Angka ini naik 30% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, angka tabungan Rp 13,5 triliun itu hanya jumlah tabungan, bukan DPK secara keseluruhan. Jika digabungkan dengan dana deposito dan lain-lain bisa lebih besar lagi.
Porsi tabungan dalam bentuk rupiah masih mendominasi di akhir September. Sementara tabungan dalam bentuk valuta asing (valas) baru sebanyak Rp 600-700 miliar saja.
Pasalnya, perseroan menggunakan kurs rupiah dalam semua transaksinya dengan demikian bunga tabungan dalam bentuk rupiah lebih menarik ketimbang valas lainnya.
"Dari Rp 700 miliar itu kebanyakan US$, kalau SGD (dolar Singapura) baru Rp 200 miliar. Makanya kita genjot dengan Tanda SGD," ucap Rudi.
Ia mengatakan, dengan adanya tabungan berbasi valas SGD, perseroan berharap porsi tabungan dalam bentuk mata uang negeri jiran itu bisa meningkat menjadi Rp 700 miliar, atau ada tambahan sekitar Rp 500 miliar dari posisi saat ini sebanyak Rp 200 miliar.
Sementara itu, mengenai rencana merger perseroan dengan Bank OCBC Indonesia, menurutnya hal itu baru bisa terlaksana di awal tahun 2011. Ia mengatakan, dengan adanya penggabungan tersebut, maka jika dilihat dari peringkat aset, maka perseroan bisa naik satu tingkat dari posisi saat ini.
"Nanti namanya tetap OCBC NISP. Ini kan sedang dalam proses, kita ada waktu sampai akhir tahun ini. Tinggal urusan administrasi saja," katanya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
