Pemerintah Desak BUMN Perkebunan Ikuti Kebijakan Holding
Sabtu, 30/10/2010 16:27 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendesak seluruh BUMN perkebunan mengikuti kebijakan pemerintah yang akan membentuk induk usaha (holding) BUMN perkebunan. Seluruh BUMN perkebunan tersebut adalah PT Perkebunan Nusantara I-XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Achiran Djayanto mengatakan kewenangan seluruh perusahaan pelat merah berada di tangan Menteri BUMN maka tidak ada alasan untuk menolak atau tidak mengikuti kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Tentunya kewenangan perusahaan ada pada RUPS. Jadi, mau tidak mau, suka tidaksuka, harus ikut keputusan RUPS. Jadi, RUPS yang berbicara," ungkap Pandu disela Media Workshop Kementerian BUMN di Hotel Mason Pine, Padalarang, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).
Seperti diketahui, pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas, bahkan mencapai 100% kepemilikannya disetiap BUMN perkebunan tersebut.
Pandu menargetkan akan menyelesaikan pembentukan holding BUMN perkebunan berdasarkan empat sektor komoditas, yakni gula, kelapasawit, karet, dan aneka tanaman.
Dengan dibentuk per komoditas tersebut, lanjut Pandu maka secara otomatis tidak ada lagi namanya PT PN I-XIV dan PT RNI, yang ada badan usaha di tingkat subholding (per komoditas).
"Sementara terkait rencana pelaksanaan penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/ IPO) tiga BUMN perkebunan, antara lain PT PN III, PTPN IV, dan PT PN VII akan tetap berjalan pada 2011 mendatang,setelah holding BUMN perkebunan terbentuk," paparnya.
Jadi, sambung Pandu, holding itu tidak menghambat IPO, justru memberi kesempatan bagi investor untuktetap berinvestasi, karena operasionalnya tetap berjalan.
Adapun rencana pelaksanaan IPO tersebut mulanya ditargetkan pada tahun ini, namun karena masih terkendala dengan rencana pembentukan holding BUMN perkebunan, maka rencana IPO ini pun harus tertunda usai badan usaha holding BUMN perkebunan ini terbentuk.
(dru/ang)
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Achiran Djayanto mengatakan kewenangan seluruh perusahaan pelat merah berada di tangan Menteri BUMN maka tidak ada alasan untuk menolak atau tidak mengikuti kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Tentunya kewenangan perusahaan ada pada RUPS. Jadi, mau tidak mau, suka tidaksuka, harus ikut keputusan RUPS. Jadi, RUPS yang berbicara," ungkap Pandu disela Media Workshop Kementerian BUMN di Hotel Mason Pine, Padalarang, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).
Seperti diketahui, pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas, bahkan mencapai 100% kepemilikannya disetiap BUMN perkebunan tersebut.
Pandu menargetkan akan menyelesaikan pembentukan holding BUMN perkebunan berdasarkan empat sektor komoditas, yakni gula, kelapasawit, karet, dan aneka tanaman.
Dengan dibentuk per komoditas tersebut, lanjut Pandu maka secara otomatis tidak ada lagi namanya PT PN I-XIV dan PT RNI, yang ada badan usaha di tingkat subholding (per komoditas).
"Sementara terkait rencana pelaksanaan penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/ IPO) tiga BUMN perkebunan, antara lain PT PN III, PTPN IV, dan PT PN VII akan tetap berjalan pada 2011 mendatang,setelah holding BUMN perkebunan terbentuk," paparnya.
Jadi, sambung Pandu, holding itu tidak menghambat IPO, justru memberi kesempatan bagi investor untuktetap berinvestasi, karena operasionalnya tetap berjalan.
Adapun rencana pelaksanaan IPO tersebut mulanya ditargetkan pada tahun ini, namun karena masih terkendala dengan rencana pembentukan holding BUMN perkebunan, maka rencana IPO ini pun harus tertunda usai badan usaha holding BUMN perkebunan ini terbentuk.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
