detikfinance

Kredit Perbankan Tumbuh 21,09%

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 03/11/2010 09:21 WIB
(Foto: Dok detikFinance)
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan hingga 29 Oktober 2010 sebesar 21,09%. Selama sepekan terakhir, pada periode 25-29 Oktober 2010 kredit perbankan naik cukup tinggi yakni mencapai Rp 12,05 triliun sehingga total kredit mencapai Rp 1.659,47 triliun.

"Dengan kenaikan tersebut, berarti secara year to date kredit telah tumbuh 16,03% dan secara year on year tumbuh 21,09%," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektronik yang diterima detikFinance di Jakarta, Rabu (03/11/2010).

Difi memaparkan, kenaikan kredit selama pekan laporan sebagian besar dibiayai dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bertambah sebesar Rp 10,26 triliun dalam sepekan. Sehingga, sambung Difi secara year to date DPK naik 9,10% atau sebesar Rp 17,06 triliun secara year on year.

Lebih jauh Difi mengatakan, perkembangan kredit seperti tren pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang akhir tahun intermediasi perbankan semakin membaik.

Kredit dalam bentuk rupiah naik sebesar Rp 8,18 triliun sedangkan kredit valas naik Rp 3,87 triliun. Dengan demikian, selama tahun 2010 kredit tercatat naik Rp 229,27 triliun dan secara year on year naik Rp298,12 triliun.

"Kenaikan kredit rupiah dalam sepekan terakhir terjadi pada semua kelompok bank, dan tertinggi pada kelompok bank Swasta dan Persero masing-masing naik Rp 2,88 triliun dan Rp 2,46 triliun," ucap Difi.

Sementara untuk kredit valas, Difi mengatakan hanya kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tidak mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok Bank Persero dan Swasta masing-masing Rp 1,58 triliun dan Rp1,32 triliun.

"Peningkatan kredit valas terjadi karena adanya peningkatan dalam denominasi valas sebesar US$ 0,47 miliar, mengingat nilai tukar rupiah justru menguat tipis dalam sepekan terakhir yakni dari Rp 8.940 per US$ menjadi Rp 8.928 per US$," jelas Difi.

Pada bagian lain Difi menjelaskan pada pekan akhir Oktober 2010 likuiditas perbankan menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Menurutnya likuiditas rupiah perbankan mengalami ekspansi sekitar Rp 21,5 triliun.

"Yaitu dari sekitar Rp 668 triliun menjadi sekitar Rp 689,5 triliun terutama karena terdapatnya dropping dana oleh pemerintah dalam rangka pengeluaran rutin," ungkapnya.

Selain itu, Difi mengatakan faktor yang meningkatkan likuiditas perbankan adalah aliran (inflows) uang kartal ke sistem perbankan. "Ekspansi likuiditas tersebut meningkatkan penempatan bank pada instrument BI sekitar Rp 20 triliun disamping meningkatkan penempatan bank pada SUN sekitar Rp 1 triliun," ujarnya.

 

 



(dru/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.