detikfinance

Daftar 10 BUMN Rugi Sepanjang 2010

Akhmad Nurismarsyah - detikfinance
Jumat, 05/11/2010 14:35 WIB
Jakarta -Sampai dengan kuartal III-2010 ada 10 BUMN yang masih mengalami kerugian. Total kerugian 10 BUMN tersebut jumlahnya mencapai sekitar Rp 483 miliar.

Berdasarkan data Kementerian BUMN yang dikutip, Jumat (5/11/2010), kerugian terbesar diderita oleh PPT Perkebunan Nusantara XIV senilai Rp 117,397 miliar.

Berikut daftar 10 BUMN yang merugi dalam di 2010:
  • PT Kertas Kraft Aceh rugi senilai Rp 46,223 miliar (selama semester I-2010)
  • PT PAL Indonesia rugi senilai Rp 73,913 miliar (selama semester I-2010)
  • PT Dirgantara Indonesia rugi senilai Rp 29,209 miliar
  • PT Industri Sandang Nusantara
  • PT Asuransi Kredit Indonesia rugi senilai Rp 80,626 miliar
  • PT Pelni rugi senilai Rp 68,958 miliar
  • PT Balai Pustaka rugi senilai Rp 11,986 miliar (selama semster I-2010)
  • PT Kertas Leces rugi senilai Rp 55,656 miliar
  • PT Perkebunan Nusantara XIV rugi senilai Rp 117,397 miliar
  • Perum Bulog
"Perum Bulog akan meraih keuntungan di akhir 2010 ini karena adanya dana PSO (Public Service Obligation) yang diberikan pemerintah," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/11/2010).

Mustafa mengatakan, Kementerian BUMN memiliki komitmen untuk melakukan restrukturisasi terhadap BUMN yang merugi, dengan melibatkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan BUMN itu sendiri.

"Dari 10 BUMN yang rugi terbesar tersebut, sebanyak 4 BUMN, yakni Kertas Kraft Aceh, PT PAL, Industri Sandang, dan Balai Pustaka sedang berada dalam penanganan atau due dilligence restrukturisasi oleh PT PPA," tukas Mustafa.
(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut