Sistem Pembayaran akan Distandardisasi, Cukup 1 ATM untuk Semua Bank
Kamis, 11/11/2010 14:48 WIB
Jakarta - Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) akan menciptakan satu standard sistem pembayaran yang murah, aman, efisien dan mudah diakses masyarakat. Dengan standardisasi ini, maka nantinya cukup 1 ATM untuk transaksi dari berbagai bank.
Demikian disampaikan Budi Gunadi Sadikin, Ketua ASPI yang juga Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam konferensi pers usai pembentukan ASPI di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
"Tentu kami akan menciptakan satu standard dimana nantinya sistem pembayaran bisa murah, aman, efisien dan mudah diakses masyarakat. Contohnya adalah kami akan memulai standarisasi pada ATM," ujar Budi.
Ia menganalogikan 1 kartu untuk semua bank itu dengan USB yang bisa digunakan untuk mentransfer data dari seluruh komputer.
"Nanti kita dapat menggunakan 1 ATM untuk bisa melakukan transaksi ke ATM lain atau juga untuk transaksi debit. Standarisasi ini tentu akan memudahkan perputaran atau perbelanjaan dari nasabah sehingga akan memperbaiki perdagangan maupun ekonomi Indonesia," jelas Budi.
Hal lain yang akan dilakukan oleh ASPI adalah membuat teknologi bersifat inklusif yang dapat menjangkau daerah yang selama ini tidak terjangkau. ASPI berharap bisa membuat 2-5 standard per tahun
"Sehingga (standard) itu bisa dipakai bank-bank peserta atau non peserta agar dapat menjadi arahan mereka dalam membangun sistem," katanya.
Ditempat yang sama, Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, ASPI dibentuk untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan nasabah yang mencakup perlindungan nasabah. BI merangkul sejumlah asosiasi seperti Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo, FBAI, ABKI, AKKI dan Komite Bye Law.
"Kalau nanti ada dispute antar anggota, hal ini bisa diselesaikan. Oleh karena itu, kami akan menentukan aturan umum yang diterapkan kepada ASPI. Kami mengharapkan ASPI bisa berkiprah bersama dengan BI menuju suatu kondisi sistem perbankan yang lebih baik," urai Budi.
Menurut Budi, BI dan para asosiasi mencoba menata sistem pembayaran ini agar lebih baik mengingat kedepannya bisa saja banyak pemain asing yang datang.
"Hal ini mengingat berkembangnya pula sistem perbankan di dunia luar. Jika tidak dikembangkan maka mungkin banyak pemain asing yang akan datang. Jadi kami mencoba menata diri sendiri dengan ASPI melalui program yang sesuai dengan tujuan membuat sistem pembayaran lebih baik," imbuhnya.
Mengenai standardisasi sistem pembayaran itu, Budi yakin tidak akan menurunkan kompetensi perbankan.
"Tidak akan menurunkan, ASPI hanya sebatas melakukan penyederhanaan saja. Tapi tentunya melalui tahapan," imbuh Budi Rochadi.
(qom/qom)
Demikian disampaikan Budi Gunadi Sadikin, Ketua ASPI yang juga Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam konferensi pers usai pembentukan ASPI di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/11/2010).
"Tentu kami akan menciptakan satu standard dimana nantinya sistem pembayaran bisa murah, aman, efisien dan mudah diakses masyarakat. Contohnya adalah kami akan memulai standarisasi pada ATM," ujar Budi.
Ia menganalogikan 1 kartu untuk semua bank itu dengan USB yang bisa digunakan untuk mentransfer data dari seluruh komputer.
"Nanti kita dapat menggunakan 1 ATM untuk bisa melakukan transaksi ke ATM lain atau juga untuk transaksi debit. Standarisasi ini tentu akan memudahkan perputaran atau perbelanjaan dari nasabah sehingga akan memperbaiki perdagangan maupun ekonomi Indonesia," jelas Budi.
Hal lain yang akan dilakukan oleh ASPI adalah membuat teknologi bersifat inklusif yang dapat menjangkau daerah yang selama ini tidak terjangkau. ASPI berharap bisa membuat 2-5 standard per tahun
"Sehingga (standard) itu bisa dipakai bank-bank peserta atau non peserta agar dapat menjadi arahan mereka dalam membangun sistem," katanya.
Ditempat yang sama, Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, ASPI dibentuk untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan nasabah yang mencakup perlindungan nasabah. BI merangkul sejumlah asosiasi seperti Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo, FBAI, ABKI, AKKI dan Komite Bye Law.
"Kalau nanti ada dispute antar anggota, hal ini bisa diselesaikan. Oleh karena itu, kami akan menentukan aturan umum yang diterapkan kepada ASPI. Kami mengharapkan ASPI bisa berkiprah bersama dengan BI menuju suatu kondisi sistem perbankan yang lebih baik," urai Budi.
Menurut Budi, BI dan para asosiasi mencoba menata sistem pembayaran ini agar lebih baik mengingat kedepannya bisa saja banyak pemain asing yang datang.
"Hal ini mengingat berkembangnya pula sistem perbankan di dunia luar. Jika tidak dikembangkan maka mungkin banyak pemain asing yang akan datang. Jadi kami mencoba menata diri sendiri dengan ASPI melalui program yang sesuai dengan tujuan membuat sistem pembayaran lebih baik," imbuhnya.
Mengenai standardisasi sistem pembayaran itu, Budi yakin tidak akan menurunkan kompetensi perbankan.
"Tidak akan menurunkan, ASPI hanya sebatas melakukan penyederhanaan saja. Tapi tentunya melalui tahapan," imbuh Budi Rochadi.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
