detikfinance

Kasasi Ditolak MA, KPPU Kalah Lawan Carrefour

Suhendra - detikfinance
Selasa, 23/11/2010 15:49 WIB
Jakarta -Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi yang diajukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait kasus Carrefour. Dengan demikian keputusan yang berlaku adalah keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang telah memenangkan Carrefour.

"Benar, kasasi KPPU ditolak," kata Hakim Agung Majelis Kasasi, Syamsul Ma'arif melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (23/11/2010).

Ia mengatakan dengan ditolaknya kasasi KPPU di MA, maka pihak KPPU kalah dalam perkara Carrefour.

Sementara itu Ketua KPPU Tresna P. Soemardi mengaku belum mendapat petikan resmi dari pihak MA terkait putusan tersebut. Namun ia baru mengetahui informasi itu kemarin bukan dari petikan resmi MA.

"Kita belum terima petikan, kalau informasinya kita dikalahkan. Tapi persisnya bagaimana alasannya kita ditolak belum tahu detail dari MA belum diterima," jelas Tresna.

Tresna mengatakan jika memang kasasi KPPU ditolak MA, secara ketentuan hukum peradilan di Indonesia, maka kekuatan hukum yang berlaku adalah hasil dari keputusan sebelumnya dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Itu merupakan itu suatu proses dalam sistem peradilan di Indonesia," katanya

Seperti diketahui KPPU telah mengajukan kasasi ke MA pada tanggal 1 Maret 2010. Kasasi tersebut diajukan terkait putusan perkara No.1598/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel tentang kasus Carrefour.

Pada 17 Februari 2010, PN Jaksel membatalkan seluruhnya putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terhadap kasus monopoli PT Carrefour Indonesia (Carrefour).

PN Jaksel menerima keberatan Carrefour terhadap putusan KPPU, sehingga peritel asal Prancis bebas dari divestasi dan denda. Gugatan keberatan Carrefour tersebut diajukan setelah KPPU memvonis peritel asing tersebut bersalah melanggar UU anti monopoli.

Dalam putusan KPPU No 09/KPPU-L/2009 sebelumnya, KPPU telah menyatakan pihak Carrefour bersalah yaitu melanggar pasal 17 ayat 1 mengenai monopoli dan pasal 25 ayat 1 huruf (a) mengenai possisi dominan sesuai UU No 5 tahun 1999 mengenai larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Dari putusan itu pihak KPPU memutuskan untuk memberikan denda hukuman kepada Carrefour Rp 25 miliar. KPPU juga meminta kepada Carrefour untuk melakukan pelepasan saham Carrefour seluruhnya di PT Alfa Retailindo kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan Carrefour selambat-lambatnya satu tahun setelah putusan KPPU.

(hen/qom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut