Ekspor Ikan Hias 2010 Tembus US$ 12 Juta
Minggu, 12/12/2010 14:37 WIB
Jakarta - Ekspor Ikan hias Indonesia pada tahun 2010 akan menembus US$ 12 juta atau naik dari tahun lalu yang hanya mencapai US$ 10 juta. Meskipun naik, Indonesia masih jauh tertinggal dengan Singapura yang masih memimpin sebagai negara pengekspor ikan hias terbesar di dunia.
Data kementerian kelautan dan perikanan pada tahun 2009, Indonesia baru menguasai 7,5% perdagangan ikan hias dunia. Angka ini masih kalah jauh dengan Singapura yang memegang pangsa pasar 22,5% dunia.
"Kinerja ekspor ikan hias Indonesia mencapai US$ 10 juta tahun lalu dan tahun 2010 ini diperkirakan mencapai US$ 12 juta dan dari jumlah itu transaksi Koi di Blitar menyumbang sekitar Rp 200 miliar per tahun, jumlah ini sama dengan 25% dari dana APBD Kabupaten Blitar," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di acara penutupan Indonesia Pets Plants Aquatic EXPO (IPPAE) 2010 yang sudah berlangsung dari tanggal 3-12 Desember 2010 di WTC Mangga Dua, Minggu (12/12/2010)
Fadel mengatakan sejatinya potensi ekspor ikan hias Indonesia bisa mencapai US$ 65 juta. Jika angka itu tercapai maka Indonesia akan menandingi Singapura.
Menurut fadel, Indonesia memiliki 450 spesies ikan hias air tawar dari total spesies ikan hias tawar dunia yang mencapai 1100 spesies. Sementara untuk ikan hias air laut Indonesia memiliki 700 spesies.
Menurut Fadel di Indonesia ada beberapa daerah yang sudah mengembangkan ekonomi ikan hias seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua dan Nusa Tenggara seperti ikan hias arowana, discus, cupang, koi, louhan, guppy, koki, termasuk ikan hias laut seperti clown fish, damsel, chromis, marine angel, butterfly, scooter blenny, wrasse, trigger fish, beaked coral fish,sea horse dan lain-lain.
"Pemerintah sangat serius untuk mengembangkan ikan hias Indonesia, diantaranya dengan mewujudkan pengembangan kawasan minapolitan ikan hias pada tahun 2011 ini Kabupaten Blitar, Kabupaten Bogor dan Jakarta Barat," katanya
Ia juga mengatakan peran promosi sangat penting dalam mendongkrak kinerja ikan hias di Indonesia. Diantaranya dengan banyaknya kontes-kontes ikan hias yang bisa meningkatkan nilai jual ikan hias dan menggairahkan pasar ikan hias di Indonesia.
"Dari Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2010 diharapkan dapat memacu pertumbuhan usaha ikan hias, baik sisi pemasaran atau pun trading yang mampu mengusung ikan hias Indonesia menuju go international," jelas Fadel.
Ia menganggap peranan asosiasi seperti Asosiasi Ikan Louhan Indonesia, Arowana Club Indonesia, Bettafish Club Indonesia, Indonesian Discus Club dan lain-lain sangat penting untuk mengembangkan ikan hias bersama pemerintah. Setidaknya ada upaya peningkatan mutu, peningkatan ikan hias bernilai tinggi dan penguatan pasar di dalam negeri dan ekspor melalui para asosiasi tersebut.
"Asosiasi ikan hias diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi pengalaman, kapabilitas dan profesionalitasnya dalam mengembangkan ikan hias dan terus menggairahkan pasar ikan hias," serunya.
(hen/wep)
Data kementerian kelautan dan perikanan pada tahun 2009, Indonesia baru menguasai 7,5% perdagangan ikan hias dunia. Angka ini masih kalah jauh dengan Singapura yang memegang pangsa pasar 22,5% dunia.
"Kinerja ekspor ikan hias Indonesia mencapai US$ 10 juta tahun lalu dan tahun 2010 ini diperkirakan mencapai US$ 12 juta dan dari jumlah itu transaksi Koi di Blitar menyumbang sekitar Rp 200 miliar per tahun, jumlah ini sama dengan 25% dari dana APBD Kabupaten Blitar," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di acara penutupan Indonesia Pets Plants Aquatic EXPO (IPPAE) 2010 yang sudah berlangsung dari tanggal 3-12 Desember 2010 di WTC Mangga Dua, Minggu (12/12/2010)
Fadel mengatakan sejatinya potensi ekspor ikan hias Indonesia bisa mencapai US$ 65 juta. Jika angka itu tercapai maka Indonesia akan menandingi Singapura.
Menurut fadel, Indonesia memiliki 450 spesies ikan hias air tawar dari total spesies ikan hias tawar dunia yang mencapai 1100 spesies. Sementara untuk ikan hias air laut Indonesia memiliki 700 spesies.
Menurut Fadel di Indonesia ada beberapa daerah yang sudah mengembangkan ekonomi ikan hias seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua dan Nusa Tenggara seperti ikan hias arowana, discus, cupang, koi, louhan, guppy, koki, termasuk ikan hias laut seperti clown fish, damsel, chromis, marine angel, butterfly, scooter blenny, wrasse, trigger fish, beaked coral fish,sea horse dan lain-lain.
"Pemerintah sangat serius untuk mengembangkan ikan hias Indonesia, diantaranya dengan mewujudkan pengembangan kawasan minapolitan ikan hias pada tahun 2011 ini Kabupaten Blitar, Kabupaten Bogor dan Jakarta Barat," katanya
Ia juga mengatakan peran promosi sangat penting dalam mendongkrak kinerja ikan hias di Indonesia. Diantaranya dengan banyaknya kontes-kontes ikan hias yang bisa meningkatkan nilai jual ikan hias dan menggairahkan pasar ikan hias di Indonesia.
"Dari Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2010 diharapkan dapat memacu pertumbuhan usaha ikan hias, baik sisi pemasaran atau pun trading yang mampu mengusung ikan hias Indonesia menuju go international," jelas Fadel.
Ia menganggap peranan asosiasi seperti Asosiasi Ikan Louhan Indonesia, Arowana Club Indonesia, Bettafish Club Indonesia, Indonesian Discus Club dan lain-lain sangat penting untuk mengembangkan ikan hias bersama pemerintah. Setidaknya ada upaya peningkatan mutu, peningkatan ikan hias bernilai tinggi dan penguatan pasar di dalam negeri dan ekspor melalui para asosiasi tersebut.
"Asosiasi ikan hias diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi pengalaman, kapabilitas dan profesionalitasnya dalam mengembangkan ikan hias dan terus menggairahkan pasar ikan hias," serunya.
(hen/wep)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 14:17 WIB
Apartemen Mewah Rp 4,5 miliar Ini Ludes Terjual dalam 3 Jam
-
Rabu, 22/05/2013 14:11 WIB
Bos Freeport AS Dukung Tim Jero Wacik Investigasi Runtuhan Tambang di Papua
-
Rabu, 22/05/2013 14:03 WIB
Sarana Multigriya Gandeng Kemenpera Biayai Rumah Murah Bagi PNS
-
Rabu, 22/05/2013 13:44 WIB
Bos Apple Bantah Ngemplang Pajak di Hadapan Senat AS
-
Rabu, 22/05/2013 13:38 WIB
Freeport Beri Santunan dan Beasiswa Sampai Sarjana ke Anak Korban Runtuhan Tambang
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 13:11 WIB
Banyak Avanza Modifikasi Tangki BBM 100 Liter Sekali Isi
-
Rabu, 22/05/2013 13:20 WIB
Meski Menabung Rp 1 Juta/Bulan, Masyarakat Bawah Tetap Sulit Punya Rumah
-
Rabu, 22/05/2013 12:27 WIB
Premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Pemerintah Ajukan 'Balsem' Rp 11,6 T ke DPR
-
Rabu, 22/05/2013 12:06 WIB
Darmin Nasution dan Bank Sentral
'Berdarah-darah' Hingga Minum Obat Darah Tinggi Akibat Rupiah Jeblok
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 12:06 WIB WIB
'Berdarah-darah' Hingga Minum Obat Darah Tinggi Akibat Rupiah Jeblok
-
Rabu, 22/05/2013 11:34 WIB WIB
Tiru Malaysia dan Singapura, RI Butuh 2 Kawasan Industri Bengkel Pesawat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







