detikfinance

Perbankan Syariah Dunia Terapkan Transaksi Hedging

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 13/12/2010 14:22 WIB
Perbankan Syariah Dunia Terapkan Transaksi Hedging (Foto: Dok detikFinance)
Jakarta -Dewan Pasar Keuangan Syariah Internasional (International Islamic Financial Market/IIFM) akan meuncurkan fasilitas lindung nilai (hedging) bagi industri perbankan syariah dunia. Nantinya seluruh industri perbankan syariah termasuk bank syariah di Indonesia dapat menggunakan fasilitas hedging syariah pada semester I-2011.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar mengatakan, fasilitas hedging ini akan tertuang dalam Master of Agreement (MA) yang ditandatangani masing-masing anggota IIMF di Jakarta.

"Master Agreement ini dibuat IIFM agar bank syariah di dunia dapat melakukan transaksi-transaksi hedging," ujar Mulya dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/12/2010).

Mulya menjelaskan, fasilitas hedging saat ini memang hanya digunakan oleh bank konvensional saja tetapi belakangan karena kurs yang bergejolak industri perbankan syariah sangat membutuhkan fasilitas tersebut.

"Ini diperlukan perbankan syariah untuk menghadapi risiko-risiko, nantinya akan memudahkan pelaku pasar bank syariah untuk bertransaksi yang berhubungan dengan kurs sehingga lebih efisien," tambahnya.

Ditempat yang sama, Chairman IIFM Khalid Hamad mengungkapkan, populasi masyarakat muslim di dunia sangat besar. Oleh karena itu ia mengatakan, IIFM terus bekerja keras untuk mengembangkan produk pasar keuangan syariah untuk terus tumbuh.

"Kita buat working grup untuk produk yang diminati market, Sehingga bank juga bisa mengembangkan studi yang dapat memitigasi juga risikonya," tuturnya.

Produk hedging ini, sambung Khalid bernama "Tawahuh" dimana seluruh masyarakat yang menggunakan pasar keuangan syariah dapat menggunakan produk lindung nilai ketika harga kurs yang bergejolak.

Sementara itu, CEO IIFM Ijlal Alvi menambahkan yang namanya transaksi perbankan itu memang tidak jauh dari risiko kerugian valas. "Maka dari itu diperlukan hedging, ini sangat mudah bagi bank islam juga di Indonesia untuk melindungi bank syariah dalam bertransaksi yang menggunakan kurs valuta asing," ungkapnya.

Lebih jauh Ia mengharapkan, Master Agreement ini setelah dilakukan finalisasi di akhir 2010 nantinya dapat di implementasikan pada semester I-2011.

"Beberapa bank-bank syariah besar sudah siap untuk prosesnya bahkan commercial bank seperti Standard Chartered sudah siap bermitra dan implementasinya diharapkan di semester I-2011," tuturnya.

IIFM yang berkantor pusat di Bahrain merupakan lembaga internasional dengan fungsi melakukan standarisasi produk, dokumentasi dan proses terkait pasar keuangan dan pasar uang berbasis syariah.

IIFM sendiri diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi dalam bentuk memenuhi kebutuhan standarisasi keuangan syariah, menyediakan pijakan unniversal bagi pelaku pasar melalui kelompok kerja global untuk mengembangkan pasar modal dan pasar uang syariah. Serta diharapkan mampu melakukan harmonisasi dalam dokumentasi, produk dan proses keuangan syariah.
(dru/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut