Aliran Modal Global ke Negara Berkembang Anjlok 20% di 2009

Nurul Qomariyah - detikfinance
Minggu, 19/12/2010 13:01 WIB
Washington -Aliran modal ke negara-negara berkembang sempat anjlok hingga 20% selama tahun 2009. Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir 2008 turut berdampak pada aliran modal ke 128 negara berkembang di dunia.

Aliran modal global ke negara-negara berkembang selama tahun 2009 hanya sebesar US$ 598 miliar (3,7% dari Gross National Income/GNI). Angka itu turun 20% dari aliran modal tahun 2008 yang mencapai US$ 744 miliar (4,5% GNI), dan hampir setengah dari tahun 2007 yang sempat mencapai US$ 1,11 triliun.

Demikian laporan terbaru mengenai 'Global Development Finance 2011: External Debt of Developing Countries' yang diluncurkan Bank Dunia dan dikutip detikFinance, Minggu (19/12/2010).

Untuk aliran modal swasta (surat utang dan saham) tercatat turun 27% selama 2009 meski ada rebound dari sisi penerbitan surat orang, aliran portofolio saham dan aliran surat utang jangka pendek. Aliran Penanaman Modal Asing atau Foreign Direct Investment (FDI) di berbagai belahan dunia tercatat turun 40% selama 2009 menjadi US$ 354 miliar, atau merupakan penurunan terbesar dalam 20 tahun terakhir. Semua penerima FDI mencatat penurunan selama 2009.

Sedangkan aliran kredit secara netto dari kreditor swasta turun hingga 70% dari US$ 182 miliar pada 2008 menjadi hanya US$ 59 miliar pada 2009. Hal itu dipicu oleh kolapsnya kredit bank komersial untuk jangka menengah kepada debitor negara ataupun swasta.

Aliran modal bersih (utang dan hibah) dari negara-negara kreditor tercatat naik 50% menjadi US$ 171 miliar pada 2009, yang merefleksikan meningkatnya dukungan kepada negara-negara berkembang selama krisis. Hal ini dipicu oleh melonjaknya pencairan utang baru yang diperpanjang oleh institusi finansial internasional. Angkanya meningkat dari US$ 61 miliar di 2008 menjadi US$ 98 miliar pada 2009.

Untuk perbandingan negara, Eropa dan Asia Tengah merupakan wilayah yang paling terkena dampak kisis ekonomi glonal. Kombonasi utang dan aliran sahamnya anjlok hingga 66% selama 2009 yakni dari US$ 411 miliar (15,8% GNI) di 2007 menjadi hanya US$ 90 miliar di 2009 (3,6% GNI).

Asia Timur dan Pasifik mencatat aliran modal bersih yang lebih rendah yakni hanya 6% di 2009 menjadi US$ 167 miliar. Angka ini hampir sama dibandingkan tahun 2008 yakni sebesar 4,3% GNI.

(qom/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut