detikfinance

Harga Singkong Membaik, Budi Acid Bidik Kenaikan Laba 250%

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Rabu, 22/12/2010 16:09 WIB
Jakarta -PT Budi Acid Jaya Tbk (BUDI) menilai harga singkong (cassava) sebagai bahan baku tepung tapioka dan glukosa akan menurun tahun depan. Untuk itu, perseroan pun percaya diri memasang target pertumbuhan laba 250% di 2011.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur perseroan Sudarmo Tasmin dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (22/12/2012).

Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2011 mencapai Rp 140 miliar, jauh meningkat dari ekspektasi tahun ini yang hanya Rp 40 miliar. Harga beli cassava yang membaik menjadikan produksi tapioka dan glukosa perseroan terjaga.

"Sejak kuartal IV harga beli bahan baku singkong terus mengalami perbaikan, dari tertinggi sebesar Rp 800 menjadi Rp 500-600 per kg," ungkapnya

"Kami optimistis tahun depan ketersediaan singkong akan berlimpah sehingga dapat meningkatkan volume produksi kami," tambahnya.

Selama ini, harga cassava mendominasi dari total produksi perseroan. "Jumlahnya mencapai 70% dari total cost component kami," tutur Sudarmo.

Seperti diketahui, pada awal tahun 2010 jumlah panen cassava menurun. Ini menyebabkan harga terus melambung. Karenanya, meski pendapatan perseroan meningkat 15,7% menjadi Rp 1,48 triliun sampai triwulan III-2010, namun tidak diikuti oleh raihan laba.

Laba sampai September 2010 turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sudarmo optmistis tahun depan laba BUDI akan mencapai Rp 140 miliar dengan pendapatan Rp 2,5 triliun.
(wep/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close