Cukai Naik, Kasus Miras Selundupan Meningkat
Kamis, 06/01/2011 10:03 WIB
Foto: Dok detikFinance
Jakarta - Sejak cukai minuman beralkohol (minol) alias minuman keras (miras) naik pada April 2010, tercatat 129 kasus hingga Oktober 2010. Kasus miras tersebut meningkat dari tahun 2009 yang hanya tercatat 80 kasus.
Masalah lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah 90% distribusi miras untuk golongan B dan C (terutama golongan C) berasal dari pasar gelap atau selundupan.
Jubir GIMMI (Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia) Ipung Nimpuno mengatakan, dampak negatif lainnya yang terjadi adalah masyarakat dikhawatirkan beralih pada miras yang tidak bermutu (miras oplosan), yang justru dapat membahayakan kesehatan. Disinggung pula bahwa harga miras di Indonesia saat ini paling tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga.
“Harga miras di Indonesia paling tinggi bila dibanding negara tetangga. Dengan kondisi seperti ini, dikhawatirkan akan memberikan peluang kepada para penjual miras untuk menyelundupkan miras dan menjualnya di Indonesia,” ungkapnya kepada detikFinance, Kamis (6/1/2011).
Ipung juga mengungkapkan, penjualan miras legal akan menurun yang akan berdampak pada berkurangnya pendapatan negara dengan naiknya tarif cukai yang tinggi tersebut.
“Perkiraan penjualan akan menurun dengan adanya kenaikan cukai sejak April 2010. Hal ini akan ber-impact pada penjualan miras dan berdampak negatif secara keseluruhan”, ungkapnya.
(nin/ang)
Masalah lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah 90% distribusi miras untuk golongan B dan C (terutama golongan C) berasal dari pasar gelap atau selundupan.
Jubir GIMMI (Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia) Ipung Nimpuno mengatakan, dampak negatif lainnya yang terjadi adalah masyarakat dikhawatirkan beralih pada miras yang tidak bermutu (miras oplosan), yang justru dapat membahayakan kesehatan. Disinggung pula bahwa harga miras di Indonesia saat ini paling tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga.
“Harga miras di Indonesia paling tinggi bila dibanding negara tetangga. Dengan kondisi seperti ini, dikhawatirkan akan memberikan peluang kepada para penjual miras untuk menyelundupkan miras dan menjualnya di Indonesia,” ungkapnya kepada detikFinance, Kamis (6/1/2011).
Ipung juga mengungkapkan, penjualan miras legal akan menurun yang akan berdampak pada berkurangnya pendapatan negara dengan naiknya tarif cukai yang tinggi tersebut.
“Perkiraan penjualan akan menurun dengan adanya kenaikan cukai sejak April 2010. Hal ini akan ber-impact pada penjualan miras dan berdampak negatif secara keseluruhan”, ungkapnya.
(nin/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
