Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 18:17 WIB
Ini yang Bikin Pengusaha Resah Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN -
Rabu, 16/05/2012 17:06 WIB
Arab Saudi Investasi Air Minum Rp 200 Miliar di Makassar -
Rabu, 16/05/2012 16:12 WIB
Ini Dia Target Inflasi Pemerintah Hingga 2015 -
Rabu, 16/05/2012 15:55 WIB
Wow! Sri Mulyani Masuk Daftar 'The Most Powerful Woman You've Never Heard Of' -
Rabu, 16/05/2012 15:54 WIB
Hatta: Di Tempat Saya Perjalanan Dinas Luar Negeri Hanya Sekali -
Rabu, 16/05/2012 15:52 WIB
65 Bahan Tambang Kena Pajak Ekspor 20%
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
2 Komentar | Balas Tanggapan
2 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bisnis Lampu Beromzet Jutaan Rupiah Ini Berawal dari Hobi
Menggeluti sebuah bisnis tak jarang dimulai dari sebuah hobi ataupun kesukaan seseorang. Misalnya usaha lampu hias unik yang ditekuni oleh Kuntoro, asal Surabaya.
Sosok Dan Peristiwa
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk Rudy Setyopurnomo sebagai Direktur Utama Merpati. Siapa sebenarnya Rudy?
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,771.000
-
Rp 472.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 16/05/2012 14:04 WIB
Miris! Tahun Depan Gaji PNS Cuma Naik 7%
Posted by: kaptenDF
Jumat, 07/01/2011 11:18 WIB
Harga Cabai Rp 100 Ribu/Kg, Petani Tak Kecipratan
Suhendra - detikFinance
Foto: Reuters
"Harga di petani Rp 10.000, kalau konsumen Rp 15.000 per kg, kalau harga sekarang ini sudah KLB (kondisi luar biasa)," kata Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana kepada detikFinance, Jumat (7/1/2011)
Ia mengatakan pada awal tahun 2000 harga cabai bahkan hanya Rp 2.000 per kg, sementara kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu hanya menembus Rp 50.000 per kg. Saat ini, menurutnya harga cabai sudah sangat ekstrem.
Dadi juga mengatakan perkiraan harga cabai wajar oleh pemerintah yang disampaikan Kepala BPS, mencapai Rp 20.000-30.000 per kg terlalu tinggi. Sehingga ia mengharapkan pemerintah jangan hanya berwacana saja namun melakukan langkah nyata.
"Kalau bicara keuntungan (petani), paling banyak nggak menikmati, karena produksi anjlok. Harganya tinggi barangnya nggak ada," katanya.
Ia menambahkan perhitungan pemerintah yang mengatakan produksi cabai turun 30% tidak tepat. Menurutnya justru produksi cabai sudah anjlok sampai 80%.
Dikatakannya biasanya setiap hektar lahan cabai mampu memproduksi 12-15 ton cabai. Namun saat ini produksi cabai hanya 2-6 ton per hektar, bahkan ada areal tertentu yang benar-benar gagal panen.
Beberapa sentra cabai antara lain Jawa Timur antaralain Banyuwangi, Jember, Kediri. Jawa Barat antara lain Ciamis, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi. Jawa Tengah antara lain Sragen, Brebes. Beberapa di luar Jawa seperti Medan, dan beberapa lokasi di Sulawesi.
"Memang awal tahun ini akan ada panen lagi, tapi kalau kena hama bisa rontok lagi," katanya.
(hen/dnl)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 16/05/2012 13:18 WIB
Bos Kereta Api Pamer Stasiun Gambir Lebih Kinclong daripada Bandara Cengkareng -
Rabu, 16/05/2012 15:55 WIB
Wow! Sri Mulyani Masuk Daftar 'The Most Powerful Woman You've Never Heard Of' -
Rabu, 16/05/2012 11:20 WIB
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Rabu, 16/05/2012 11:58 WIB
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 12:35 WIB
Siapakah Rudy Setyopurnomo, Sang Bos Baru Merpati?
Komentar Terpopuler
-
Senin, 14/05/2012 - 11:31
Dahlan Iskan: Pesimisme, RI Seolah-olah Bangkrut Minggu Depan -
Kamis, 17/05/2012 - 03:04
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI -
Rabu, 16/05/2012 - 19:32
Dahlan: Ada yang Tersembunyi di Balik Utang Pemerintah Rp 1.859 Triliun -
Rabu, 16/05/2012 - 21:38
Tolak Dirut Baru, Pejabat Merpati Ramai-ramai Resign -
Rabu, 16/05/2012 - 21:51
Perlukah Ada Penyatuan Zona Waktu di Indonesia?
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message




