Perairan Jakarta Paling Rentan Penyelundupan
Selasa, 25/01/2011 12:23 WIB
Jakarta - Ditjen Bea dan Cukai (BC) akui semua wilayah perairan Indonesia rentan terhadap penyelundupan. Sebagian besar penyelundupan terjadi di sekitar wilayah Jakarta karena permintaan di Jakarta lebih besar dibandingkan daerah lain.
"Seluruh pantai negara bisa dimasuki, ya itu kan prinsip negara archipelago," ungkap Kasubdit Penindakan Direktorat Penyidikan dan Penegahan Ditjen BC Saipullah Nasution di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Jakarta, Halim Perdanakusuma, Selasa (25/1/2011).
Saipullah menilai, selama permintaan tinggi, hak-hak negara sangat tinggi, peraturan ketat maka kecenderungan pelanggaran sangat tinggi. "Kami harapkan bisa menurun sebagai keberhasilan pengawasan kami," tandasnya.
Sepanjang 2010, potensi kerugian negara mencapai Rp 35,23 miliar. Hal ini tercatat setelah bea cukai melakukan penegahan terhadap 3.277 kasus penyelundupan di seluruh Indonesia, penegahan tersebut lebih tinggi dari 2009 sebesar 1.238 kasus.
Humas Dirjen Bea dan Cukai Evy Suhartantyo menyatakan, peningkatan pencegahan tersebut dilakukan berdasarkan penekanan pengawasan pada setiap kantor wilayah. Sehingga ruang gerak penyelundupan menjadi lebih sempit.
Namun menurut Evy, tingginya kasus bukan berarti nominalnya ikut tinggi, tercatat nominal potensi kerugian negara di 2009 lebih tinggi dari 2010 sebesar Rp 89,69 miliar atau lebih rendah Rp 54,46 miliar.
Data Bea Cukai menyatakan, dari 3.277 kasus penyelundupan terbanyak berasal dari impor barang sebesar Rp 24,55 miliar atau 59%, Cukai sebesar Rp 9,64 miliar atau 35%, Ekspor sebesar Rp 1,01 miliar atau 4% dan dari Pengusaha Kawasan Berikat (PKB) sebesar Rp 0,21 miliar atau 2%. Sedangkan untuk kasus antar pulau dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bea Cukai tidak menemukannya.
Dari seluruh kasus yang ditegah hampir 70% berada di Jakarta, Bali, dan Surabaya, sedangkan 30% lainya ada di wilayah Tanjung Balai Karimun dan sekitarnya. Untuk cukai banyak kasus penindakan sering terjadi pada barang minuman mengandung etil alcohol (MMEA) dan Cukai Rokok modusnya mengganti pita cukai dengan yang palsu, sedangkan kasus barang impor modus yang dilakukan adalah dengan bmempalsukan dokumen pabean yang tidak disesuaikan dengan isinya.
Sedangkan, dari tujuh komoditi yang dikategorikan Bea dan Cukai, komoditi hasil tembakau dan barang-barang lainya termasuk yang paling banyak ditindak seperti rokok illegal, ballpress, kayu, dan otomotif.
(nia/ang)
"Seluruh pantai negara bisa dimasuki, ya itu kan prinsip negara archipelago," ungkap Kasubdit Penindakan Direktorat Penyidikan dan Penegahan Ditjen BC Saipullah Nasution di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Jakarta, Halim Perdanakusuma, Selasa (25/1/2011).
Saipullah menilai, selama permintaan tinggi, hak-hak negara sangat tinggi, peraturan ketat maka kecenderungan pelanggaran sangat tinggi. "Kami harapkan bisa menurun sebagai keberhasilan pengawasan kami," tandasnya.
Sepanjang 2010, potensi kerugian negara mencapai Rp 35,23 miliar. Hal ini tercatat setelah bea cukai melakukan penegahan terhadap 3.277 kasus penyelundupan di seluruh Indonesia, penegahan tersebut lebih tinggi dari 2009 sebesar 1.238 kasus.
Humas Dirjen Bea dan Cukai Evy Suhartantyo menyatakan, peningkatan pencegahan tersebut dilakukan berdasarkan penekanan pengawasan pada setiap kantor wilayah. Sehingga ruang gerak penyelundupan menjadi lebih sempit.
Namun menurut Evy, tingginya kasus bukan berarti nominalnya ikut tinggi, tercatat nominal potensi kerugian negara di 2009 lebih tinggi dari 2010 sebesar Rp 89,69 miliar atau lebih rendah Rp 54,46 miliar.
Data Bea Cukai menyatakan, dari 3.277 kasus penyelundupan terbanyak berasal dari impor barang sebesar Rp 24,55 miliar atau 59%, Cukai sebesar Rp 9,64 miliar atau 35%, Ekspor sebesar Rp 1,01 miliar atau 4% dan dari Pengusaha Kawasan Berikat (PKB) sebesar Rp 0,21 miliar atau 2%. Sedangkan untuk kasus antar pulau dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bea Cukai tidak menemukannya.
Dari seluruh kasus yang ditegah hampir 70% berada di Jakarta, Bali, dan Surabaya, sedangkan 30% lainya ada di wilayah Tanjung Balai Karimun dan sekitarnya. Untuk cukai banyak kasus penindakan sering terjadi pada barang minuman mengandung etil alcohol (MMEA) dan Cukai Rokok modusnya mengganti pita cukai dengan yang palsu, sedangkan kasus barang impor modus yang dilakukan adalah dengan bmempalsukan dokumen pabean yang tidak disesuaikan dengan isinya.
Sedangkan, dari tujuh komoditi yang dikategorikan Bea dan Cukai, komoditi hasil tembakau dan barang-barang lainya termasuk yang paling banyak ditindak seperti rokok illegal, ballpress, kayu, dan otomotif.
(nia/ang)
Baca Juga
- Kinerja Pajak dan Bea Cukai Bakal Dilaporkan ke SBY Tiap 2 Minggu
- Realisasi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Masih Rendah di 2010
- Tingkatkan Pengawasan, Ditjen Pajak dan Bea Cukai Barter Data
- Bea Cukai Naikkan Upah Pegawainya Karena Sudah Tidak Layak
- Ditjen Bea Cukai Tindak 3.277 Penyelundupan Sepanjang 2010
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
