detikfinance

Menkeu Tertibkan Upah Pungut Pejabat Daerah

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 31/01/2011 18:45 WIB
Halaman 1 dari 3
http://us.images.detik.com/content/2011/01/31/4/agus.menkeu.3.DALEM.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Pemerintah berencana melakukan penyelarasan terhadap upah pungut yang selama ini menjadi salah tambahan pemasukkan bagi Kepala Daerah seiring dengan rencana penyesuaian gaji dan tunjangan pejabat negara.

"Upah pungut itu, kalau seandainya upah pungut, itu termasuk take home pay. Jadi kalau nanti ada penyelarasan, itu termasuk upah pungut pimpinan daerah, tentu akan ada penyesesuaian," ujar Menteri keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan banteng, Jakarta, Senin (31/1/2011).

Sejauh ini, upah pungut bagi Kepala Daerah memberikan tambahan penerimaan yang cukup besar apalagi bagi Kepala Daerah yang bertugas di daerah dengan penerimaan pajak yang besar.

Dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bernomor 973/321/SJ, pemerintah masih memberi izin aliran upah pungut pajak kepada pejabat daerah. Surat edaran tertanggal 5 Februari 2009 itu dikeluarkan setelah KPK mulai mengusut pemberian upah pungut kepada pejabat.

Upah itu diambil dari hasil pungutan pajak masyarakat. Surat edaran itu berisi penundaan sementara pencairan upah pungut pajak daerah selama tahun anggaran 2009.

Berdasarkan surat edaran tersebut, aliran upah pungut kepada sejumlah pejabat tidak boleh dilakukan sampai revisi berbagai aturan tentang upah pungut selesai dilakukan.

Untuk sementara waktu menunda realisasi biaya pungut pajak 2009 meski sudah ada pemungutan pajak daerah dan dicantumkan di APBD 2009, sampai ditentukan Permendagri yang baru. Namun demikian, surat edaran Mendagri tersebut masih mengizinkan aliran upah pungut kepada sejumlah pejabat daerah.Next

Halaman 123
(nia/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut