detikfinance

Disentil Hatta, ESDM Genjot Produksi Minyak

Akhmad Nurismarsyah - detikfinance
Rabu, 02/03/2011 18:28 WIB
Jakarta - Pemerintah terus berusaha meningkatkan produksi minyak. Posisi 22 Februari 2011 lifting minyak hanya 905.000 barel per hari padahal 2011 produksi ditargetkan 970.000 barel per harinya.

"Terus terang kami sekarang terus berusaha untuk sebaik-baiknya. Sementara ini belum ada untuk berusaha menaiki produksi, targetnya bisa kena saja sudah bisa syukur," kata  Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Evita Legowo ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta (2/3/2011).

Evita mengatakan ada beberapa hal kendala yang masih harus dihadapi dalam meningkatkan produksi minyak nasional

"Memang ada beberapa kendala, tapi terus terang kami belum putus asa. Hampir dua kali sehari kita melakukan koodinasi untuk bisa mencapai target. Ada beberapa hal seperti sekarang ini masih ada masalah penurunan produksi di West Madura. Kemudian kita juga ingin jalankan beberapa proyek," ungkapnya.

Dikatakannya beberapa blok, misalnya blok Cepu yang disinyalir dapat memberi sumbangan produksi minyak, juga masih belum optimal.

"Blok Cepu belum bisa lah, itu kan sekarang masih 20 ribu barel per hari. Itu juga terkadang masih belum capai 20 ribu karena off-taker-nya masih belum mampu. Segenjot-genjotnya, mungkin bisa capai 22 ribu," ucapnya.

Evita sempat mengatakan, bahwa produksi minyak di blok Cepu akan bisa mencapai 165.000 barel per hari pada akhir tahun 2013, jika blok tersebut sudah mencapai skala penuh.

"Kita juga sempat khawatir terkait adanya masalah kejelasan azas cabotage ini. Karena dari situ bisa memicu kehilangan produksi minyak hingga 159.000 per hari," tambahnya.

Disamping itu, lanjut Evita, masih ada kendala seperti produksi Chevron yang terhambat masalah perizinan walaupun sudah ada beberapa lapangan yang sudah bisa beroperasi.

"Pokoknya sekarang juga sudah ada beberapa blok yang sekarang kita upayakan. Saya harap bisa menambah 30-31 ribu barel per hari, namun saya lupa mana-mananya, yang penting segera diupayakan supaya bisa mulai produksi," tutur Evita.

Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyoroti peningkatan produksi minyak Indonesia saat ini sangat lambat, bahkan bisa dikatakan stagnan. Menteri ESDM diminta cepat meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

"Mbok ya jangan lelet meningkatkan produksi (minyak), BP Migas, ESDM, day by day, jangan ada hambatan," tegas Hatta kemarin.



(nrs/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy

    Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.

    REGISTRASI OTA