detikfinance

Wawancara Dirut Perumnas

Membedah Rencana 'Rumah Super Murah' ala Perumnas

Suhendra - detikfinance
Jumat, 04/03/2011 08:35 WIB
Membedah Rencana Rumah Super Murah ala Perumnas Himawan Arief (Foto: Suhendra/detikFinance)
Jakarta -Pada tahun 2011 ini, Perum Perumnas dapat tugas membuat 100.000 unit rumah murah seharga Rp 20-25 juta per unit. Perum Perumnas pada tahun ini juga akan mendapat dana public service obligation (PSO) sebesar kurang lebih Rp 500 miliar setelah sejak tahun 1991 tak mendapat kucuran dana PSO.

Apa saja kah yang akan dilakukan oleh BUMN properti ini menggarap proyek rumah murah ini? Bagaimana kesiapannya? Seperti apakah rumah murah yang akan dibangun oleh Perumnas ini? Lokasi-lokasi mana saja yang disiapkan Perumnas? Termasuk kendala apa saja yang dihadapi?

Berikut ini Wawancara khusus detikFinance dengan Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto saat ditemui di kantornya, Cawang, Jakarta, Kamis (3/3/2011).

Soal rumah murah, keterlibatan Perumnas dalam proyek ini sebagai apa?

Sebagai BUMN yang ditugasi membangun perumahan 100.000 unit tahun ini, untuk kebutuhan fundamental kebutuhan rakyat. Dari arahan bapak menteri, target 100.000, program ini rumah murah. Memang ada beberapa kelompok yang sangat murah yang disampaikan oleh Bapak Presiden (Rp 5-10 juta), katakan itu lah sebagai rumah singgah dari pada tinggal di kolong jembatan.

Kemenpera sedang mensiasati bagaimana mengatasinya seperti program rumah nelayan. Nah, Perumnas ditugaskan ke dalam program rumah murah, yang saat ini dicanangkan 100.000 rumah, kami ditugaskan untuk menjalankan itu oleh kemenpera.

Program ini bisa dilink dengan program listrik murah, jadi dalam satu paket air bersih murah. Program ini sangat menyentuh kepada masyarakat Indonesia yang tak mampu membeli rumah.

Perumnas mengambil posisi sebagai BUMN yang sejak tahun 1974 ditugasi menyediakan rumah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sudah banyak membangun. Kita sangat merespons ini, mudah-mudahan dengan ini Perumnas bisa kembali menjadi pelaku utama penyedia perumahan kita telah membangun lebih dari 300 lokasi di seluruh Indonesia, secara organisasi kita siap, semua provinsi kita ada.

Target 100 rumah tersebar di seluruh Indonesia, per hari ini kita sudah mengumpulkan kurang lebih 50% kita sudah siap. Termasuk di lahan kita, lahan milik pemerintah daerah maupun lahan-lahan milik mitra swasta. Jadi terbalik yah, bukan BUMN yang menyediakan lahan saja, jadi bisa berbalik. Perumnas yang membangun lahan bisa disediakan oleh pemerintah daerah, Perumnas sendiri atau pihak swasta. Sebanyak 50% lagi akan kita usahakan dalam minggu ini.

Komponen biaya kita tahu ada biaya tanah, infrastruktur, biaya pembangunan, ada biaya lain yang harusnya bisa dipangkas. Juga menggunakan permodalan yang murah seperti FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) maupun KPR murah. Tentu hal ini menjadi terobosan, bagaimana masyarakat dengan kemampuan lebih rendah yang bisa.

Sebanyak 50% itu dimana saja yah?

Kita sudah mengindentifikasi, kita kerjasama dengan pemerintah NTT dan NTB, kita juga sudah MoU dengan beberapa bupati lainnya, seperti di Kalimantan Timur, kebanyakan memang banyak di luar Jawa. Kalau untuk di DKI Jakarta mungkin berat, dengan harga tanahnya, mungkin DKI bisa saja dengan kawasan kumuh dengan skim tertentu. Masalah kekumuhan ini mengatasinya harus lebih cermat.

Diproyek murah ini, Perumnas masih dapat untung kah?

Kita  tidak lihat dari sisi proyek ini menguntungkan atau tidak. Yang jelas Perumnas jangan sampai terbebani, tapi kita harus makin besar karena bisa terus melayani. Kita tidak berorientasi itu (margin) tapi melaksanakan tugas tanpa harus merugikan Perumnas dan masyarakat bisa menikmati rumah murah.

Kami menawarkan ke seluruh pemerintah daerah yang menyediakan lahan-lahan yang bisa dipakai untuk perumahan-perumahan murah, Perumnas siap membangun. Jadi dengan lahan yang disiapkan pemerintah daerah maka rumah tersebut akan sangat murah. Kita memiliki program dan insentif dari Kemenpera untuk memberikan solusi lebih agar harganya lebih terjangkau.

Kapan bisa terealisasi rumah murah di tahun ini?

Kita target ground breaking di bulan April, rencana tadi diprediksi, lokasinya di NTT, kita mulai supaya jangan di Jawa, rencananya seluruh NTT 10.000 unit rumah.

Sekarang banyak persepsi soal harga rumah murah, ada yang Rp 5-10 juta ada juga versi Rp 20-25 juta, kalau Perumnas garap yang mana?

Kategori tadi, ada rumah nelayan, rumah singgah itu kemungkinan Kemenpera akan menangani dan kementerian teknis lainnya, itu yang harga Rp 5-10 juta, mereka sudah melakukan apa yang disebut sebagai bedah rumah atau program rumah swadaya lainnya.

Selain itu, ada yang namanya rumah murah ini, yang harganya kurang lebih Rp 25 juta, sekarang ini kita sedang merancang ini. Selama ini harga yang Rp 55-70 juta itu pasarnya dilevel tertentu, tapi ada juga orang yang sangat sulit untuk menjangkau harga itu. Disini, kalau menghitungnya dengan pendekatan konstruksi tidak akan ketemu terus. Jadi kita memakai pendekatan memanfaatkan stakeholder yang lain.

Jadi kita bekerjasama dengan pemda untuk masalah lahan terutama dengan katakanlah kerjasama dengan pihak lain untuk masalah ait minum, denga PLN untuk masalah listrik.

Berarti kalau ada swasta yang mau CSR dalam bentuk tanah bagaimana kemungkinannya?

Bisa saja, itu sangat memungkinkan. Saat ini kan komponen terbesar kendala utamanya adalah lahan dan lahan, kalau lahannya tersedia kita bisa.

Katanya Perumnas bakal dapat suntikan PSO terkait program rumah murah ini?

Ada penugasan ini perlu adanya PSO, sehingga beban yang dibeli oleh masyarakat jauh lebih murah, ini yang sudah dibahas (oleh menpera). Selama ini sudah dirancang untuk mendapat penugasan ini, dengan PSO untuk rumah murah. Tadi kita sudah hitung prediksinya sekitar Rp 500 miliar, untuk tahun 2011 ini untuk PSO saja.

Selama ini sudah ada skim dari kemenpera yang macam-macam,ada PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) dan lain-lain. Juga ada FLPP, ditambah lagi kalau pemda menyiapkan lahan, dan skim-skim lagi yang membuat komponen-komponen biaya ini lebih sedikit. Melalui Perumnas ada skim PSO dalam bentuk selisih harga. Jadi masyarakat hanya membeli sebagian, sebagian dibayar pemerintah melalui Perumnas.

Berapa sih hitungan Perumnas biaya dasar untuk membangun rumah murah itu?

Kalau kita total-total nilai bangunanya Rp 35 juta, ada sarana prasaran yang telah disediakan sehingga bisa turun, sampai akhirnya sampai di masyarakat bisa dibeli dengan harga yang layak,tentunya dengan fasilitas FLPP. Ditambah lagi dengan kita ada dana PSO sehingga masyarakat bisa membeli seharga Rp 25 juta.

Jadi program rumah murah ini multi subsidi yah?

FLPP fasilitas yang disedikan oleh perbankan yang ditunjuk oleh kemenpera, jadi masyarakat yang bisa menggunakan itu bunganya murah, tapi harganya katakan lah harga Rp 30 juta, dibeli dengan harga Rp 25 juta maka yang diajukan kredit adalah harga yang Rp 25 juta. Jadi masyarakat tak terbebani lebih banyak. Jadi yang Rp 5 juta itu yang disubsidi dalam bentuk program PSO.

Kita harus menseleksi sekali siapa saja masyarakata yang memperoleh program rumah murah yang dibangun oleh Perumnas, karena ada tiga skim subsidi yang masuk yaitu dengan FLPP, dengan PSU dan PSO ditambah sinergi pemerintah daerah. Pemerintah daerah bisa memenuhi permintaan perumahan di daerah-daerah, ini sangat tergantung dengan  pemerintah daerah.

Siapa saja yang masuk kriteria penerima fasilitas rumah murah?


Kemarin itu kalau nggak salah itu penghasilan Rp 1,5 juta. Kalau konsep rumah landed yang berhak mendapatkan subsidi adalah yang menggunakan FLPP dengan penghasilan sampai Rp 2,5 juta. Rumah ini kan ada yang rumah murah, rumah sangat murah, sampai program FLPP sampai Rp 70 juta dengan ada tiga kelompok MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Ini sedang dibahas untuk orang yang mendapatkan rumah murah, ini sangat bagus Perumnas siap bekerja dengan dukungan Kemenpera, dukungan Kementerian BUMN, kita bisa memberikan peran.

Kita berharap nanti tahun 2012 konsepnya lebih terintegrasi secara keseluruhan, jadi kita berharap mengembangkan  kawasan itu adalah hunian berimbang.

Banyak orang bertanya-tanya rumah seharga Rp 20-25 juta kondisi fisiknya seperti apa?

Bangunannya tipe modelnya low house, ada plester, ada plafon, atap rumah pakai seng atau asbes, dinding semua full, ini benar-benar rumah layak. Hanya lantainya floor, kamar mandi pun ada, dengan tipe 36 yang layak itu kan per jiwa 9 meter persegi dikali 4 jadi 36.

Kebutuhan rumah murah itu kalau dari sisi luasan itu bagaimana?

Kalau setiap satu hektar itu bisa dibangun ada 80 rumah karena yang dipakai itu 60% sisanya kan untuk infrastruktur. Berarti kalau butuh 40.000 rumah saja itu membutuhkan 500.000 hektar, itu yang harus dicarikan. Kebutuhannya diharapkan ada 1 juta hektar untuk membangun 100.000 rumah.

Soal tanah, jadi lokasi lainnya dimana?

Tanahnya korporasi atau tanahnya BUMN pasti tak mungkin dalam bentuk hibah, maka caranya adalah tanahnya harus dibeli,nanti siapa yang beli itu nanti dicari solusinya. Kalau tanah pemda yang akan memberikan untuk rumah PNS-nya itu bisa. Bisa saja pemerintah daerah diberikan kesempatan pada warga miskin, ini perlu koordinasi untuk  warga miskin.

Pemda-pemda yang sudah siap memberikan tanahnya untuk rumah murah siapa saja?

Kemarin waktu di Bali kita sudah teken, dengan beberapa kabupaten di NTT, kita targetkan diseluruh NTT bisa mencapai 10.000 unit, di NTB juga, ini sudah menjadi target tidak boleh mundur lagi. Yang penting adalah kesiapan lahan, lahan Perumnas kita siap.

Lahannya Perumnas yang disiapakan untuk rumah murah?

Kita dari Perumnas dari lahan-lahan yang ada 50.000 hektar ada 20.000-an hektar yang hampir di semua provinsi kita ada. Mungkin di Maluku, Sumatera Selatan, Aceh dan lain-lain.

Target totalnya rumah murah itu berapa sih?

Kemarin itu kan harapannya kita membangun dengan jumlah rumah sangat besar, dengan bisa memberi suplai satu juta rumah per tahun idealnya dengan pertumbuhan penduduk terus bertambah. Tapi mungkin nanti konsepnya berbeda, tidak mungkin landed (rumah tapak) terus, kalau perkotaan bagaimana. Nanti orang akan banyak diperkotaan, konsep rumah di perkotaan nggak bisa landed harus vertikal.

Proses (rumah murah) landed tidak akan lama, paling 5-10 tahun akan berubah, kalau nggak kota-kota akan melebar. Sehingga program rumah susun harus dijalankan lagi untuk mengatasi perumahan di perkotaan atau menciptakan kota baru dengan memindahkan beban kota lama.

Banyak pemda yang tak mau menyediakan lahan karena takut kumuh wilayahnya?

Selama ini banyak setelah dibangun lalu ditinggalkan. Harus ada lembaga yang menjadi konseling agar menjaga rumah-rumah itu tidak kumuh,pemda lah yang berperan. Jangan sampai akhirnya, memang itu sarana itu tanggung jawab pemda, bagaimana agar rumah tetap asri dan sehat.

Perumnas ditargetkan membangun 100.000 rumah tahun ini apa nggak terlalu berat, sejak 1974 saja Perumnas baru membangun 500.000 unit rumah?

Tidak juga, itu 500.000 itu yang kita bangun murni, mungkin kalau yang dibangun oleh Perumnas dengan kerjasama lebih dari 1 juta, kadang-kadang kita bangun di tanah pemda, dengan mitra, kalau dikalkulasi ulang lebih dari 1 juta belum lagi yang vertikal belum lagi yang kita sewakan.

Tahun 1993 Perumnas sudah menyuplai 50.000 unit, kalau mau meningkatkan 100.000 itu bagi Perumnas sangat mungkin, selama tanahnya ada kuncinya adalah lahan, selama pemda menyiapkan, Perumnas siap. Semua skim telah siap.

Land Bank (cadangan tanah kosong) Perumnas itu berapa sih?

Land bank Perumnas hanya sekitar 1.900 hektar, itu hanya 50 persen yang siap bangun, Perumnas itu lahannya sebenarnya sudah sangat kritis. Ini kita bayangkan developer lain yang hanya mengurus satu lokasi bisa kalah land bank kita. Kita optimis dengan momemtum kita ini kita manfaatkan.

Berapa sih total PSO yang dibutuhkan Perumnas?


Kemenpera saat ini mengalokasikan kurang lebih Rp 500 miliar tetap berapa angka persisnya. Cuma baru itu, Perumnas sejak berdiri belum murni program PSO untuk benar-benar rumah itu tidak ada. Dari tahun 1991 perum yang satu satunya yang tak pernah menerima PSO, padahal banyak persero yang mendapatkan penugasan, kita harus benar-benar memanfaatkan momentum ini.

Kalau dari pemaparan anda program rumah murah ini hanya di luar Jawa saja?

Di Jawa juga ada, di Jawa Timur ada sekitar Malang, kita coba juga di sekitar Jawa Barat di Maja, kemungkinan juga di sekitar Jawa Tengah dan Jogjakarta, luar Jawa juga banyak. Yang masih belum terindentifikasi adalah Bali, dan DKI karena harga tanahnya mahal.

Program rumah murah terkait kinerja Perumnas apakah ada kenaikan?

Untuk pendapatan tahun 2011 kita targetkan Rp 1 triliun, tapi dengan adanya program ini pendapatan kita bisa Rp 2,5-3 triliun, laba kita targetkan bisa ada tambahan sampai Rp 300 miliar, kalau dibandingkan dengan tanpa program ini kita masih dibawah Rp 100 miliar. Margin kita tak besar, kecil sekali.
(hen/qom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut