detikfinance

Gaharu RI Laku di China karena Dianggap Keramat

Ade Irawan - detikfinance
Senin, 14/03/2011 16:14 WIB
Jakarta -Produk olahan gaharu banyak digunakan untuk kepentingan ritual keagamaan oleh beberapa agama seperti Katolik, Islam, Hindu dan Budha. Bahkan di beberapa negara seperti China dan Timur Tengah, produk olahan gaharu dibuat tasbih dan parfum.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Gaharu Indonesia (ASGARIN) Mashur usai acara launching ekspor perdana gaharu Indonesia ke Cina di Kementrian Kehutanan, Jakarta, Senin (14/3/2011).

"Hampir semua agama pakai gaharu seperti Katolik, Islam, Hindu, Budha," katanya.

Mashur juga menambahkan salah satunya negara pengguna gaharu untuk upacara keagamaan adalah China. Kepercayaan masyarakat China terhadap kayu gaharu sangat erat kaitannya sebagai barang keramat.

"Di Cina itu gaharu dianggap kayu keramat, ada rasa kebanggaan kalo punya gaharu di rumah," katanya.

Menurut Mashur, ekspor gaharu ke negara-negara tersebut telah dilakukan sejak tahun 90-an. Sementara untuk Timur tengah seperti Arab saudi
telah menggunakan gaharu dari Indonesia sejak lama.

Saat ini, Indonesia hanya memiliki kapasitas produksi gaharu 632 ton per tahun, padahal China meminta impor gaharu sebanyak 500 ton tiap tahunnya sementara Timur Tengah 400 ton.

Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian parfum dan setanggi karena berbau harum.
(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut