Industri Tekstil Belum Keluar dari 'Daftar Hitam' Perbankan
Senin, 11/04/2011 18:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Industri pengolahan, khususnya tekstil masih menjadi industri yang dihindari oleh perbankan untuk penyaluran kredit. Sektor itu masih dinilai berpotensi menimbulkan kredit macet.
Berdasarkan survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Senin (11/4/2011), ada tiga penyebab perbankan menghindari pengucuran kredit untuk sektor tekstil.
Pertama harga bahan baku yang berfluktuasi, lalu maraknya produk tekstil impor, dan terakhir ketatnya persaingan industri ini.
Survei dilakukan dengan sampel dari 43 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta dengan pangsa kredit mewakili sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum secara nasional.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metoda 'Saldo Bersih Tertimbang' (SBT) yakni jawaban responden dikalikan dengan bobot kreditnya (total 100%), selanjutnya dihitung selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dengan yang memberikan jawaban menurun.
Berdasarkan survei ini, permintaan kredit baru masih meningkat pada triwulan II-2011. Kredit perbankan diperkirakan akan meningkat sekitar 7,9% dibandingkan dengan target triwulan sebelumnya.
Masih tingginya rasio kecukupan modal bank disertai dengan menurunnya risiko penyaluran kredit diyakini perbankan menjadi alasan internal utama yang mendorong penyaluran kredit di 2011.
Sementara meningkatkan kemampuan nasabah dalam membayar pinjaman, bersama dengan kebijakan suku bunga perbankan merupakan alasan eksternal utama yang melandasi ekspektasi tersebut.
Adapun yang bakal menjadi target pemberian kredit baru perbankan di 2011 adalah sektor perdagangan, disusul oleh sektor industri pengolahan dan jasa dunia usaha.
"Namun berdasarkan hasil survei, persepsi perbankan terhadap industri tekstil diperkirakan belum akan mengalami perubahan. Potensi kredit macet pada industri tekstil masih dianggap cukup tinggi," ujar survei tersebut.
Di akhir 2011, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan mencapai 22,5-24,1%.
(dnl/hen)
Berdasarkan survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Senin (11/4/2011), ada tiga penyebab perbankan menghindari pengucuran kredit untuk sektor tekstil.
Pertama harga bahan baku yang berfluktuasi, lalu maraknya produk tekstil impor, dan terakhir ketatnya persaingan industri ini.
Survei dilakukan dengan sampel dari 43 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta dengan pangsa kredit mewakili sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum secara nasional.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metoda 'Saldo Bersih Tertimbang' (SBT) yakni jawaban responden dikalikan dengan bobot kreditnya (total 100%), selanjutnya dihitung selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dengan yang memberikan jawaban menurun.
Berdasarkan survei ini, permintaan kredit baru masih meningkat pada triwulan II-2011. Kredit perbankan diperkirakan akan meningkat sekitar 7,9% dibandingkan dengan target triwulan sebelumnya.
Masih tingginya rasio kecukupan modal bank disertai dengan menurunnya risiko penyaluran kredit diyakini perbankan menjadi alasan internal utama yang mendorong penyaluran kredit di 2011.
Sementara meningkatkan kemampuan nasabah dalam membayar pinjaman, bersama dengan kebijakan suku bunga perbankan merupakan alasan eksternal utama yang melandasi ekspektasi tersebut.
Adapun yang bakal menjadi target pemberian kredit baru perbankan di 2011 adalah sektor perdagangan, disusul oleh sektor industri pengolahan dan jasa dunia usaha.
"Namun berdasarkan hasil survei, persepsi perbankan terhadap industri tekstil diperkirakan belum akan mengalami perubahan. Potensi kredit macet pada industri tekstil masih dianggap cukup tinggi," ujar survei tersebut.
Di akhir 2011, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan mencapai 22,5-24,1%.
(dnl/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
