detikfinance

BP Migas Naikkan Gaji Pegawai 21%

Akhmad Nurismarsyah - detikfinance
Selasa, 26/04/2011 21:49 WIB
//images.detik.com/content/2011/04/26/1034/bp-migas-logodalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Di tengah sorotan publik, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) masih bisa memberikan kejutan buat pegawainya. Kejutan itu berupa kenaikan gaji untuk para pegawai sebesar 21%. Kenaikan gaji ini bakal berlaku surut terhitung sejak 1 Januari 2011.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan kenaikan gaji ini hanya berlaku untuk karyawan dan terutama staf biasa yan tidak mempunyai jabatan. "Jadi yang menerima hanya karyawan golongan bawah, sedangkan pimpinan tidak ada perubahan apa-apa," jelas Gde kepada detikFinance, Selasa (26/4/2011).

Gde mengatakan, tujuan kenaikan gaji ini adalah karena BP Migas akan menghapus biaya perjalanan dinas atau SPD (Surat Perjalanan Dinas) untuk karyawan yang sering melakukan perjalanan dinas. "Jadi yang berubah adalah strukturnya. Dari SPD menjadi gaji langsung. Jadi seolah gajinya naik padahal pendapatannya tetap karena SPD ditiadakan," jelas Gde.

Selain itu, kenaikan gaji ini juga dilakukan agar karyawan lebih semangat dan meningkatkan kinerjanya. "Jadi kalau mereka ke luar kota motivasinya betul-betul karena tugas dan bukan karena ada motif mendapatkan SPD," imbuh Gde.

Dalam kesempatan tersebut, Gde membantah keras isu yang mengatakan pimpinan BP Migas juga ikut menikmati kenaikan gaji. Menurut dia, isu bahwa gaji Kepala dan Wakil Kepala BP Migas mencapai Rp 175 juta/bulan, Deputi BP Migas Rp 120 juta/bulan, Kadiv Rp 70 juta/bulan, serta Kadin Rp 40 juta/bulan, merupakan isu yang tidak benar.

Menurut info yang dihimpun detikFinance, kenaikan gaji ini diumumkan langsung oleh Kepala BP Migas R. Priyono di kantor BP Migas hari ini. Pengumuman dilakukan di Hall lantai 37 Gedung Wisma Mulia yang merupakan kantor BP Migas.

Lebih lanjuta Gde mengatakan, meskipun gaji dinaikkan 21%, namun gaji pegawai BP Migas masih di bawah Pertamina.

"Padahal dulu banyak karyawan Pertamina yang pindah ke BP Migas dengan harapan gaji minimal sama atau sedikit lebih besar. Namun mereka kecele. Namun saya tidak bisa menyebutkan besaran gaji mereka karena itu urusan dapur orang," ujar Gde.

"Jadi banyaknya karyawan kami yang keluar-masuk mestinya menandakan bagaimana kesetaraan pendapatannya dengan perusahaan sejenis lainnya," tukas Gde.


(dnl/asy)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut