detikfinance

Bagian II

Kisah Morgan Stanley Tertipu Bank Garansi Palsu 'Bank Mandiri' US$ 55 Juta

Nurul Qomariyah - detikfinance
Jumat, 29/04/2011 07:40 WIB
Halaman 1 dari 3
http://us.images.detik.com/content/2011/04/29/5/ttdmandiri-dalem.jpg
Jakarta -Morgan Stanley sedang dibuat bingung oleh Bank Garansi palsu 'Bank Mandiri' yang diterbitkan berkaitan dengan fasilitas kreditnya kepada Lee Man Investment Co Ltd sebagai peminjam dan obligor yang terdiri dari PT General Energy Bali, Tjandra Limanjaya, Geolink Worldwide Ltd, Merryline International Pte Ltd, City Energy Pte Ltd dan PT General Energy Indonesia.

Bagaimana kisah Bank Garansi palsu itu bisa sampai mengguncang Morgan Stanley? Semua ternyata melibatkan sebuah sindikat pemalsuan. Kisah Bank Garansi palsu 'Bank Mandiri' itu bermula pada tahun 2007 ketika Omega Consultan & Management yang terdiri Tony Pribadi Ridwan dan Koen Semedi Prakoso alias Nicholas Koen dkk menawarkan bertindak sebagai Financial Advisor PT General Energy Bali  (GEB) dalam penerbitan Bank Garansi itu melalui Abdul Djalil selaku direktur .

Baik Tony dan Koen menyanggupi pembuatan Bank Garansi untuk General Energy Bali hanya dalam 2 bulan, dan ternyata faktanya bisa selesai lebih cepat hanya dalam waktu 1 bulan. Dari pihak General Energy Bali menerima tawaran pembuatan Bank Garansi tersebut karena atas permintaan mendesak dari pihak Morgan Stanley untuk memperpanjang atau memperbarui perjanjian kredit dengan Lee Man karena Bank Garansi yang diterbitkan tahun 2007 sudah tidak berlaku lagi karena utang Lee Man sudah lunas terbayar.

GEB pun diminta Morgan Stanley untuk memperbarui bilyet giro untuk jangka waktu 1 tahun sehingga GEB memutuskan untuk menerima tawaran Omega Consultan untuk penerbitan Bank Garansi tersebut. Dan pada 8 Juli 2008, Omega mengirimkan surat no 12/Omega/TP/GEB/VII/2008 kepada GEB perihal financial advisor dalam rangka fund raising. Dalam tawaran tersebut, Omega mendapatkan fee dari fund raising sebesar Rp 600 juta yang dibayar 2 tahap masing-masing Rp 400 juta setelah terbitnya mandat dan Rp 200 juta setelah terealisasinya dan diterimanya pencairan dana pertama kali atau penerbitan instrumen surat utang itu.

Terkait penerbitan Bank Garansi 'Bank Mandiri' itu, GEB juga telah menyerahkan sejumlah dokumen penting kepada Onega seperti profil perusahaan, feasibility study, power purchase agreement (PPA). GEB juga menyerahkan dokumen kontrak EPC antara GEB dengan Shanghai Electric tertanggal 5 Maret 2008 kepada Omega guna keperluan pengurusan proses pembiayaan di Bank Mandiri Jakarta sebagaimana tercermin dalam tanda terima.

Dan akhirnya, pada tanggal 27 Agustus 2008, terbitlah Bank Garansi 'Bank Mandiri' yang ditekan oleh Martono selaku Senior Manager dan Yan Pranasurya MBK selaku Department Head. Bank Garansi nomor MBG7912127298508 atas nama PT GEB itu untuk kepentingan Morgan Stanley Bank International Limited senilai US$ 55 Juta.

Selanjutnya, Abdul Djall dari pihak GEB meminta klarifikasi kepada pihak Omega karena Nicholas Koen diketahui menerbitkan bilyet giro palsu. Abdul Djall merasa perlu meminta keterangan dari Omega dikarenakan info seputar kredibilitas Omega. Meski sudah diberi penjelasan oleh pihak Omega, namun Abdul Djall tidak puas dan akhirnya minta nasihat kepada penasihat hukumnya. Selanjutnya, pihak penasihat hukum meminta keterangan melalui nomor telpon dari pihak 'Bank Mandiri' yang ternyata tidak terjawab dan setelah diperiksa oleh penasihat hukum GEB diketahui ternyata nomor tersebut hanyalah sebuah wartel di Gedung menara BDN Thamrin.Next

Halaman 123
(qom/asy)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.
  • Gb Senin, 21/07/2014 20:59 WIB
    Pilih Tak Mudik, CT: Saya Tak Punya Kampung
    Bagi para perantau, kegiatan mudik Lebaran sudah menjadi tradisi setiap tahun. Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, kegiatan mudik tak berlaku.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut