Pemerintah Turunkan Tim Selidiki Residu Kimia Jeruk China
Kamis, 12/05/2011 14:28 WIB
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku telah mengirimkan tim untuk mengambil beberapa sampel jeruk impor asal China. Hal ini terkait adanya dugaan kandungan residu zat kimia berlebih pada produk buah Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Tim sedang di lapangan untuk mengambil sampel jeruk impor tersebut, untuk keperluan uji lab," kata Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini kepada detikFinance, Kamis (12/5/2011).
Sayangnya, Banun tak mau merinci lokasi mana saja yang menjadi tempat pengambilan sampel jeruk-jeruk impor tersebut. Menurutnya, tim ini berada dibawah koordinasi Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan.
"Mohon ditanyakan ke direktur mutu dan standarisasi," katanya.
Direktur Mutu dan Standarisiasi Kementan Ditjen PPHP Budi Garjita saat dihubungi terpisah mengatakan adanya dugaan tersebut telah direspons oleh pemerintah. Ia juga mengaku dugaan tersebut belum spesifik lokasinya.
Menurutnya, secara ketentuan Balai Karantina seharusnya buah-buahan semacam itu tak mungkin lolos ke pasar karena sudah melalui tahap pemeriksaan. "Kita akan tetap respons," katanya.
Budi mengaku soal kandungan residu kimia berlebih pada buah-buahan impor sempat ditemukan pada tahun 2010 lalu oleh Badan Karantina. Temuan itu sudah disikapi dengan mereekspor kembali buah-buahan impor tersebut ke negara asalnya.
"Nanti setelah ada hasilnya akan kita sampaikan," kata Budi.
(hen/dnl)
"Tim sedang di lapangan untuk mengambil sampel jeruk impor tersebut, untuk keperluan uji lab," kata Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini kepada detikFinance, Kamis (12/5/2011).
Sayangnya, Banun tak mau merinci lokasi mana saja yang menjadi tempat pengambilan sampel jeruk-jeruk impor tersebut. Menurutnya, tim ini berada dibawah koordinasi Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan.
"Mohon ditanyakan ke direktur mutu dan standarisasi," katanya.
Direktur Mutu dan Standarisiasi Kementan Ditjen PPHP Budi Garjita saat dihubungi terpisah mengatakan adanya dugaan tersebut telah direspons oleh pemerintah. Ia juga mengaku dugaan tersebut belum spesifik lokasinya.
Menurutnya, secara ketentuan Balai Karantina seharusnya buah-buahan semacam itu tak mungkin lolos ke pasar karena sudah melalui tahap pemeriksaan. "Kita akan tetap respons," katanya.
Budi mengaku soal kandungan residu kimia berlebih pada buah-buahan impor sempat ditemukan pada tahun 2010 lalu oleh Badan Karantina. Temuan itu sudah disikapi dengan mereekspor kembali buah-buahan impor tersebut ke negara asalnya.
"Nanti setelah ada hasilnya akan kita sampaikan," kata Budi.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
