Dirjen Bea Cukai Bantah Anak Buah Terlibat Kasus Film Impor
Rabu, 18/05/2011 12:15 WIB
Jakarta - Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono membantah ada anak buahnya yang terlibat kasus 'permainan' bea masuk film impor.
"Ya nggak mungkin lah, kita kan memeriksa dengan benar. Isu itu kan yang buka Bea Cukai. Jangan diputarbalikkan," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Agung menegaskan pemerintah tetap fokus dalam upaya penegakkan aturan perpajakan dengan menerapkan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).
"Pokoknya pemerintah menaruh concern yang sangat serius tentang ini karena kalau terkait dengan bea cukai, bea cukai membuka isu ini dengan menerapkan Bea Masuk dan PDRI secara benar sesuai aturan yang berlaku, jadi sekarang terserah publik mana yang terindikasi atau tidak, yang penting buat kami, kami menjalankan tugas kami sebenar-benarnya," tegasnya.
Agung menjelaskan mengapa dari semua importir film yang ada dan hanya 3 importir yang bermasalah karena 3 importir tersebut merupakan importir terbesar sehingga mereka lah yang terberitakan.
"Tiga importir ini kan sangat besar, pangsanya besar bisa sampai 90-95% justru itulah mereka yang protes," jelasnya.
Dia menegaskan pihaknya tetap memberlakukan aturan yang sama pada semua pihak.
"Padahal semua diperlakukan sama. Tapi yang penting bagi kami, kami menerapkan aturannya secara sama, cuma karena yang 3 ini importir yang besar sekali, kaitannya dengan MPAA (Motion Picture Assosiation οf America) jadi otomatis dia akan lebih muncul dipermukaan dibanding yang lain. Semuanya berlaku sama," tegasnya.
Mengenai adanya isu kartel dalam industri perfilman, Agung menyatakan hal tersebut bukan urusan Bea Cukai.
"Concern kita, kan kita dari sisi fiskal, kalau kartel itu kan dari sisi perdagangan di luar kemenkeu dan juga Bea Cukai dan yang penting bagaimana kita menangani perfilman ini jadi lebih baik ke depan. Kami bekerja dari sisi fiskalnya bagaimana cara membuat aturannya, penerapannya, bea masuk dan sebagainya," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional Deddy Mizwar melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Kalangan industri perfilman menduga ada oknum Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai yang terkait dalam praktik kartel dalam bisnis impor film.
Deddy menyatakan hal tersebut karena cukup mengherankan, dari semua importir film, mengapa hanya Motion Picture Assosiation of America (MPAA) yang bermasalah dengan pembayaran pajak dan bea masuk film impor.
(nia/hen)
"Ya nggak mungkin lah, kita kan memeriksa dengan benar. Isu itu kan yang buka Bea Cukai. Jangan diputarbalikkan," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Agung menegaskan pemerintah tetap fokus dalam upaya penegakkan aturan perpajakan dengan menerapkan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).
"Pokoknya pemerintah menaruh concern yang sangat serius tentang ini karena kalau terkait dengan bea cukai, bea cukai membuka isu ini dengan menerapkan Bea Masuk dan PDRI secara benar sesuai aturan yang berlaku, jadi sekarang terserah publik mana yang terindikasi atau tidak, yang penting buat kami, kami menjalankan tugas kami sebenar-benarnya," tegasnya.
Agung menjelaskan mengapa dari semua importir film yang ada dan hanya 3 importir yang bermasalah karena 3 importir tersebut merupakan importir terbesar sehingga mereka lah yang terberitakan.
"Tiga importir ini kan sangat besar, pangsanya besar bisa sampai 90-95% justru itulah mereka yang protes," jelasnya.
Dia menegaskan pihaknya tetap memberlakukan aturan yang sama pada semua pihak.
"Padahal semua diperlakukan sama. Tapi yang penting bagi kami, kami menerapkan aturannya secara sama, cuma karena yang 3 ini importir yang besar sekali, kaitannya dengan MPAA (Motion Picture Assosiation οf America) jadi otomatis dia akan lebih muncul dipermukaan dibanding yang lain. Semuanya berlaku sama," tegasnya.
Mengenai adanya isu kartel dalam industri perfilman, Agung menyatakan hal tersebut bukan urusan Bea Cukai.
"Concern kita, kan kita dari sisi fiskal, kalau kartel itu kan dari sisi perdagangan di luar kemenkeu dan juga Bea Cukai dan yang penting bagaimana kita menangani perfilman ini jadi lebih baik ke depan. Kami bekerja dari sisi fiskalnya bagaimana cara membuat aturannya, penerapannya, bea masuk dan sebagainya," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional Deddy Mizwar melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Kalangan industri perfilman menduga ada oknum Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai yang terkait dalam praktik kartel dalam bisnis impor film.
Deddy menyatakan hal tersebut karena cukup mengherankan, dari semua importir film, mengapa hanya Motion Picture Assosiation of America (MPAA) yang bermasalah dengan pembayaran pajak dan bea masuk film impor.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
