Film Impor Box Office Bakal Masuk Lagi di Bioskop Lokal RI
Rabu, 18/05/2011 14:55 WIB
Jakarta - Pengusaha bioskop mengakui jika Ditjen Bea Cukai telah mengizinkan satu importir dalam negeri untuk memasukan kembali film impor. Importir itu merupakan perusahaan impor film yang lebih banyak mengimpor film independen termasuk dari Hollywood, diluar film-film Motion Picture Assosiation οf America (MPAA).
"Yang dapat izin itu yang independen, kalau yang MPAA belum," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin kepada detikFinance, Rabu (18/5/2011)..
Sayangnya, selama ini film-film box office dihasilkan oleh MPAA, sementara film-film diluar produksi MPAA yang kebanyakan independen jarang yang mencetak box office.
Johny tak merinci pasti siapa importir film yang sudah mendapat lampu hijau mengimpor itu, namun kata dia importir ini sudah dalam proses penyelesaian bea cukai. Sementara itu beberapa importir lainnya yang biasa mengimpor film dari MPAA dipastikan belum mendapatkan izin.
Soal kemungkinan film-film box office Hollywood akan kembali tayang, Syafrudin mengatakan tidak menutup kemungkinan kalau itu bisa terjadi meski importir yang diizinkan adalah importir film independen.
"Boleh saja kalau produsennya (film) mau ngasih, itu kan soal bisnis, bisa saja," katanya.
Seperti diketahui, Ditjen Bea Cukai telah mengizinkan satu importir film asing untuk melakukan importasi karena telah membayar tagihan pokok bea masuk film sebesar Rp 9 miliar.
"Yang satu sudah bayar tagihan sekitar Rp 9 miliar, mereka sudah melakukan importasi tapi harus sesuai dengan aturan yang ada," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono.
Agung menyatakan nominal sebesar Rp 9 miliar tersebut hanya merupakan pembayaran untuk pokoknya saja, belum termasuk denda atas telatnya pembayaran royalti film.
Sebagai informasi, tiga importir film asing dikenakan larangan importasi film oleh pemerintah karena belum melakukan pembayaran atas tunggakan (pokok ditambah kewajiban) bea masuk impor film dengan total sekitar Rp 30 miliar. Catatan Bea Cukai, hingga kini ada 9 importir terdaftar film namun yang aktif mengimpor hanya 3 importir.
(hen/dnl)
"Yang dapat izin itu yang independen, kalau yang MPAA belum," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin kepada detikFinance, Rabu (18/5/2011)..
Sayangnya, selama ini film-film box office dihasilkan oleh MPAA, sementara film-film diluar produksi MPAA yang kebanyakan independen jarang yang mencetak box office.
Johny tak merinci pasti siapa importir film yang sudah mendapat lampu hijau mengimpor itu, namun kata dia importir ini sudah dalam proses penyelesaian bea cukai. Sementara itu beberapa importir lainnya yang biasa mengimpor film dari MPAA dipastikan belum mendapatkan izin.
Soal kemungkinan film-film box office Hollywood akan kembali tayang, Syafrudin mengatakan tidak menutup kemungkinan kalau itu bisa terjadi meski importir yang diizinkan adalah importir film independen.
"Boleh saja kalau produsennya (film) mau ngasih, itu kan soal bisnis, bisa saja," katanya.
Seperti diketahui, Ditjen Bea Cukai telah mengizinkan satu importir film asing untuk melakukan importasi karena telah membayar tagihan pokok bea masuk film sebesar Rp 9 miliar.
"Yang satu sudah bayar tagihan sekitar Rp 9 miliar, mereka sudah melakukan importasi tapi harus sesuai dengan aturan yang ada," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono.
Agung menyatakan nominal sebesar Rp 9 miliar tersebut hanya merupakan pembayaran untuk pokoknya saja, belum termasuk denda atas telatnya pembayaran royalti film.
Sebagai informasi, tiga importir film asing dikenakan larangan importasi film oleh pemerintah karena belum melakukan pembayaran atas tunggakan (pokok ditambah kewajiban) bea masuk impor film dengan total sekitar Rp 30 miliar. Catatan Bea Cukai, hingga kini ada 9 importir terdaftar film namun yang aktif mengimpor hanya 3 importir.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
